Fasilitas nuklir Iran

MATA INDONESIA, JAKARTA –¬†Pemerintah Iran akhir pekan lalu menyebut, ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menyabotase fasilitas pengayaan uranium untuk nuklir milik mereka, yang berada di Natanz.

Muncul dugaan, Amerika Serikat adalah dalang di balik upaya sabotase fasilitas nuklir tersebut.

Gedung Putih pun merespons dugaan tersebut, dan mengaku sama sekali tak terlibat dalam aksi sabotase yang memunculkan banyak spekulasi itu.

“AS tidak terlibat dengan cara apapun,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, seperti dikutip dari¬†AFP, Selasa 13 April 2021.

Selain itu, Psaki enggan berbicara lebih lanjut tentang penyebab dan dampak apa yang akan terjadi dari aksi sabotase misterius di fasilitas nuklir Iran.

Sebagai informasi, sabotase tersebut mengakibatkan jaringan listrik di fasilitas nuklir Iran padam total pada Minggu 11 April 2021 lalu.

Iran secara resmi mengeluarkan peringatan bahayanya serangan siber, sehingga seluruh operasi di fasilitas itu terpaksa harus dihentikan sementara.

Menurut laporan Kan Radio, sabotase terhadap fasilitas yang menyimpan mesin sentrifugal pengayaan uranium Iran di Natanz dilakukan dalam operasi intelijen Israel, yakni Mossad.

Iran menyatakan pemadaman listrik itu tidak membahayakan ataupun menyebabkan polusi radioaktif.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here