Jumat, September 17, 2021

Eksportir Peralatan Nuklir dan Rudal ke Iran Ditangkap Polisi Jerman

Baca Juga

MATA INDONESIA, BERLIN – Aparat kepolisian Jerman menangkap seorang pria Jerman-Iran yang dicurigai mengekspor peralatan untuk dimanfaatkan dalam program nuklir dan rudal Teheran yang melanggar sanksi Uni Eropa.

Jaksa federal Jerman mengungkapkan bahwa polisi menggeledah 11 lokasi, termasuk  apartemen dan kantor di negara bagian Hamburg, Schleswig Holstein, dan North Rhine-Westphalia yang terkait dengan tersangka.

Tersangka, yang diidentifikasi bernama Alexander J telah mengirimkan peralatan senilai 1,1 juta Euro atau sekitar 18 miliar Rupiah kepada seseorang di Iran yang perusahaannya dimasukkan dalam daftar hitam Uni Eropa sebagai kedok untuk pengadaan peralatan untuk program nuklir dan roket.

Kejaksaan Agung GBA mengatakan tersangka didekati pada 2018 dan 2019 untuk pengadaan peralatan laboratorium.

Bukan hanya itu, Alexander J juga diketahui mengirim dua spektrometer yang dibeli seharga 166 ribu Euro atau sekira 2,8 miliar Rupiah ke Iran pada Januari 2020. Enam bulan berselang, ia kembali mengirim dua spectrometer yang dibeli seharga 388 ribu Euro atau sekitar 6,5 miliar Rupiah.

Negara-negara Barat telah lama menuduh Iran mencari senjata nuklir, yang dibantah oleh Teheran. Pada 2015, Iran menandatangani kesepakatan dengan kekuatan global untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik diri dari kesepakatan Nuklir Iran 2015 pada 2018. Teheran menanggapi keputusan AS dengan melanggar beberapa ketentuannya. Negosiasi telah diadakan tahun ini untuk menghidupkannya kembali, namun belum menemukan titik temu.

- Advertisement -spot_img

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama

- Advertisement -spot_img
Berita Terbaru

Perdagangan RI-Cina Defisit, dengan AS Malah Surplus

MATA INDONESIA, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia-Cina hingga Agustus 2021 mencapai USD 3,96 miliar. Ini artinya defisit. Menteri Perdagangan Muhammad...
- Advertisement -spot_img

Baca berita yang ini

- Advertisement -spot_img