Rupiah (ilustrasi)
Rupiah (ilustrasi)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ekonomi global diproyesikan akan mengalami resesi pada Tahun 2020. Perkiraan yang dikeluarkan Bank Dunia ini lantas membuat posisi rupiah kembali melemah atas dolar AS pada Rabu, 10 Juni 2020. Mengutip data RTI Bussines, rupiah ditutup pada posisi Rp 14.049 per dolar atau melemah 1,14 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, sesuai prediksi Bank Dunia kegiatan ekonomi internasional akan menyusut 5,2 persen di 2020.

“Ini merupakan resesi terdalam sejak Perang Dunia II,” ujarnya, Rabu sore.

Ekonomi AS misalnya, diprediksi minus 6,1 persen. Sementara kawasan Eropa minus 9,1 persen. Kemudian ekonomi Jepang akan menyusut 6,1 persen.

“Sehingga Bank Dunia memperkirakan akan ada kemungkinan paling buruk, yakni kontraksi ekonomi global hingga 8 persen di 2020. Di 2021 ekonomi juga diprediksi akan sedikit membaik dan tumbuh 1 persen,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, laju mata uang garuda dibayangi oleh sikap pelaku pasar yang merespon negatif terhadap kasus pandemi corona di Indonesia yang bertambah 1.043 orang dibandingkan posisi hari sebelumnya. Sekaligus menjadi rekor tertinggi penambahan kasus harian. Per hari ini jam 14.30 wib kasus positif korona menjadi 33.076, yang sembuh 11.414 sedangkan yang meninggal 1.923.

Lonjakan kasus virus corona yang terjadi ditanah air tentu harus dipikirkan pemerintah sebelum menerapkan kehidupan normal baru (new normal) sebab bisa berimbas pada suramnya ekonomi Indonesia ke depan. Oleh karena itu, wajar kalau pelaku pasar agak takut dan cemas. Kekhawatiran tersebut bisa terlihat dari keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here