(Foto: Standard)

MATA INDONESIA, LONDON – Pertandingan antara Manchester United melawan Arsenal di era Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger selalu berlangsung panas. Kini, tensi pertemuan dua klub tak sepanas dulu lagi.

MU berhadapan dengan Arsenal di Stadion Emirates, Minggu 31 Januari 2021 dini hari WIB. The Gunners sedang dalam performa bagus, sedangkan MU baru saja dikejutkan dengan kekalahan 1-2 lawan Sheffield United.

Duel kedua tim sering dibumbui drama dan tensi tinggi jelang, selama, dan sesudah pertandingan. Bak duel derby, laga Arsenal melawan MU hampir selalu memeragakan duel-duel keras di lapangan.

Di 2003, Arsenal didenda 175 ribu Poundsterling setelah beberapa pemainnya, termasuk Martin Keown, memprovokasi Ruud van Nistelrooy yang gagal mencetak gol dari titik putih. Kemudian, ada insiden di terowongan stadion di 2004 yang dikenal dengan pizzagate dimana Ferguson terkena lemparan pizza yang belakangan diketahui merupakan ulah Cesc Fabregas.

Setelah Ferguson dan Wenger tak lagi menjadi pelatih kedua tim, tensi pertandingan semakin menurun. Apalagi saat ini MU punya pesaing baru, Manchester City dan juga Liverpool.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta punya pendapat lain. Menurut dia, pertandingan Arsenal melawan MU lebih tenang karena adanya VAR sehingga para pemain lebih mudah tertangkap kamera ketika melakukan hal-hal berlebihan.

“Pertandingan lebih tenang kali ini, tapi bukan hanya Arsenal melawan MU saja. Secara umum, Anda bisa melihat pertandingan derby dulu dan saat ini tak sama lagi,” kata Arteta, dikutip dari Daily Mail, Sabtu 30 Januari 2021.

“Pertandingan saat ini berevolusi. Kami mengedukasi pemain dengan cara berbeda. Kini mereka tak bisa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan dulu dengan adanya VAR. Anda lebih terkontrol dan diawasi, jadi Anda tak luput ketika melakukan hal-hal tertentu,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here