Ilustrasi Neraca Perdagangan surplus
Ilustrasi neraca perdagangan surplus

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wabah COVID-19 atau virus corona yang terjadi di Indonesia dipastikan memberikan dampak berat terhadap perdagangan. Pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya sebesar 2,3 persen dalam kondisi yang berat, bahkan menjadi -0,4 persen dalam kondisi sangat berat.

Kondisi itu membuat anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin meminta agar Kementerian Perdagangan memfokuskan perdagangan dalam negeri. Tujuannya agar mampu meningkatkan peran dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diyakini akan berkontribusi pada perekonomian dalam kondisi saat ini.

“Saat ini fokus pada perdagangan dalam negeri. khususnya dalam perdagangan pangan, kebutuhan pokok dan barang2 kebutuhan sehari-hari,” kata Mukhtarudin lewat keterangannya diterima di Jakarta, Minggu 5 April 2020.

Politisi Partai Golongan Karya ini menambahkan, upaya tersebut perlu disenergikan dengan kementerian terkait, misalnya dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

“Stimulus ataupun regulasi yang diperlukan agar segera dibuat dan kami DPR akan mendukung. Ini penting diperhatikan agar inflasi bisa dikendalikan,” ujar Mukhtarudin.

Ia menambahkan, untuk saat ini impor sebaiknya sangat selektif dengan memprioritaskan beberapa komoditas. Namun, lanjutnya, tetap perlu disertai pengawasan sehingga tidak hanya menguntungkan perusahaan besar.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here