Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 ke seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Merdeka, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang dimulai Rabu (13/1). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dokter edukator Covid19 mengajak kita semua berdoa agar vaksinasi mandiri tidak menimbulkan masalah baru. Sebab, Pro dan kontra vaksin gotong royong itu tidak ada gunanya lagi sekarang karena Pemerintah Jokowi sudah resmi mengadakannya.

Begitu pesan yang disampaikan edukator Covid19, dr. RA Adaninggar yang diterima Mata Indonesia News, Sabtu 27 Februari 2021.

Menurut perempuan yang sering dipanggil Dokter Ning itu, jenis vaksin pada program itu akan berbeda dari vaksin gratis.

“Pro dan kontra juga sudah tidak ada gunanya karena sudah berjalan. Semoga saja pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah baru ke depannya, itu saja harapan kita. Yang penting kontrolnyaa ya Pak Pemerintah,” ujar Dokter Ning.

Vaksinasi mandiri atau gotong royong itu adalah vaksin yang bisa dibeli oleh swasta ke pemerintah/BUMN dan harus diberikan gratis ke karyawannya.

Selama ini program itu ditentang banyak dokter dan epidemiolog karena tidak mencerminkan kesetaraan, sementara pemerintah menilai program itu akan mempercepat tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here