Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik dari sebagian besar negara G20 lainnya termasuk Amerika Serikat (AS), sepanjang 2020 yang dibayangi resesi akibat wabah virus corona atau Covid19.

Hasil prediksi The Economist Intelligence Unit (EIU) pertumbuhan ekonomi dunia dan termasuk negara-negara G20 terkoreksi. Pertumbuhan ekonomi global berkontraksi sebesar 2,2 persen.

Bahkan ekonomi AS akan berkontraksi sebesar 2,8 persen tahun ini dengan pertumbuhan – 2,8 persen.

Kondisi paling parah dialami negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Pertumbuhan mereka lebih dalam dari minus 5 persen seperti Jerman di angka -6,8 persen, Prancis -5 persen, dan paling parah Italia dengan -7 persen selama tahun ini.

Di Zona Amerika Latin pertumbuhan paling parah akan dialami Argentina dengan angka – 6,7 persen disusul Brasil – 5,5 persen dan Meksiko yang tumbuh – 5,4 persen.

Hanya tiga negara yang diprediksi mengalami pertumbuhan ekonomi positif yaitu India dengan 2,1 persen lalu Cina dan negara kita, Indonesia masing-masing bertumbuh 1 persen.

Di seluruh kawasan, bisnis yang terganggu akan menyebabkan investasi asing langsung (FDI) menurun tajam. Hal tersebut sangat merusak wilayah yang tabungan domestiknya rentan dan FDI menyumbang 3 persen dari PDB dan 15 persen dari total investasi tetap.

Sementara itu, negara-negara Kerucut Selatan, seperti Argentina, Chile dan Uruguay yang mendekati musim dingin di belahan bumi selatan membuat wabah akan sulit dan berkepanjangan.

Secara global perlambatan ekonomi itu akan terkonsentrasi pada kuartal pertama tahun ini hingga di kuartal kedua. Pertumbuhan akan pulih pada paruh kedua tahun ini ketika Cina kembali menghasilkan PDB yang besar.

Tabel dari The Economist Intellegence Unit

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here