Logo Garuda Indoesia pada pesawat Sriwijaya Air (doc: nusantara.com)

MINEWS.ID, JAKARTA – Cinta lama bersemi kembali (CLBK). Ya, perumpamaan tersebut cocok untuk menggambarkan hubungan kerja sama manajemen (KSM) antara PT Garuda Indonesia Tbk (kode saham: GIAA) Group dan Sriwijaya Group yang sempat dikabarkan berakhir, kini kembali rujuk.

Keduanya sepakat melanjutkan KSM yang semula kandas, termasuk langkah grup penerbangan pelat merah ini untuk merawat pesawat milik Sriwijaya. Namun apa alasan yang melatarbelakangi kembali akurnya kedua grup ini?

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan terdapat empat hal utama yang mendasari kedua perusahaan untuk kembali menjalin kerja samanya. “Hari ini Garuda Indonesia Group dan Sriwjaya Air yang diwakili oleh pemegang saham Sriwijaya Air menyepakati komitmen bersama kerja sama manajemen (KSM) tentang keberlangsungan dari KSM dan komitmen yang disepakati bersama untuk terus dilanjutkan kerja sama ini,” kata Juliandra di Auditorium Garuda City Center (GCC), Bandara Soekarno Hatta, Selasa 1 September 2019.

Alasan pertama di balik rujuknya KSM ini adalah memprioritaskan safety dan kelaikan operasional maskapai penerbangan Sriwijaya. Kedua, perusahaan juga memprioritaskan kepentingan pelanggan dari maskapan Sriwijaya Group.

Alasan ketiga adalah dalam rangka penyelamatan aset negara dan mendukung operasional Sriwijaya Group kembali membaik lagi. Terakhir adalah untuk menjaga ekosistem penerbangan di Indonesia.

“Secepatnya dimulai dengan dukungan operasional penerbangan pesawat Sriwijaya. Paling depan bagaimana Garuda Group atau GMF memberikan dukung bertahap operasional Sriwijaya,” ujar dia.