ASN ternyata banyak yang tidak suka pancasila
Jokowi teken keputusan libur cuti bersma saat hari raya untuk ASN (foto: istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas minta dilibatkan dalam rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) untuk bisa mencegah radikalisme masuk ke institusi negara.

Menteri Agama menyampaikan hal itu saat bertemu Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Rabu 6 Januari 2021 malam.

“Menag minta kepada Wapres agar koordinasi konten terutama untuk rekrutmen pegawai ASN itu, disediakan Kementerian Agama. Jadi supaya ada konten Islam moderat dalam rekrutmen itu, tolok ukurnya dari Kemenag, khusus soal keagamaan,” ujar juru bicara Wapres Masduki Baidlowi.

Selama ini soal-soal tes rekrutmen CPNS atau ASN disiapkan sendiri masing-masing kementerian maupun lembaga pemerintah nonkementerian.

Namun Yaqut menilai penting jika soal keagamaan dibuat secara seragam dalam rekrutmen ASN mendatang.

Kemenag menurut Yaqut memiliki kemampuan menyusun konten untuk rekrutmen tersebut tujuannya agar ASN yang dites tidak memiliki paham radikal.

Deradikalisme di kalangan ASN merupakan hal yang penting agar tidak berkembang di pemerintahan.

Sebelumnya setiap bulan, ada 70 ASN yang dinyatakan terpapar paham radikalisme. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan akan langsung memecat ASN tersebut.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here