Sekumpulan babi sedang diperiksa kesehatannya. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

MATA INDONESIA, BANDARLAMPUNG – Munculnya peringatan soal kemungkinan galur baru H1N1 atau G4 menjadi pandemi flu yang berasal dari babi, membuat Karantina Pertanian Lampung memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak babi.

“Kami akan memperketat pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan ternak babi, terutama di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan,” kata Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh Jumadh, di Bandarlampung, Sabtu 4 Juli 2020.

Bukan cuma mencurigai G4, karantina itu juga nengawasi kemungkinan menyebarnya penyakit African Swine Fever (ASF) yang juga dibawa babi.

Untuk memperketat pengawasan, mereka bersinergi dengan Bvet Lampung serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung melakukan pengujian laboratorium ASF.

Hewan yang akan dikirim ke luar Sumatera juga harus dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dan sertifikat kesehatan dari Karantina Pertanian Lampung.

Pihaknya akan melakukan pengetatan pengawasan kepada pengguna jasa yang membawa hewan ternak dengan melapor ke karantina dengan melengkapi dokumen tersebut.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meningkatkan pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan dan produk yang mempunyai potensi risiko membawa penyakit.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here