Ilustrasi pasien Covid19 bakal melonjak (istimewa)
Ilustrasi pasien Covid19 bakal melonjak. (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagian besar pasien yang sembuh dari infeksi Covid19 di Italia mengalami gangguan kejiwaan akibat stigmatisasi, isolasi sosial dan kekhawatiran penularan terhadap orang lain.

Hal itu terungkap dari studi yang dilakukan Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Senin 3 Agustus 2020.

Menurut studi itu, 265 lelaki dan 137 perempuan kembali diperiksa setelah satu bulan dirawat di rumah sakit dan terdapat peradagangan atau inflamasi pada diri mereka.

“Jelas bahwa inflamasi yang disebabkan penyakit tersebut juga dapat bereaksi terhadap tingkat kejiwaan,” kata profesor Francesco Benedetti, ketua kelompok Unit Penelitian di Psychiatry and Clinical Psychobiology di San Raffaele.

Laporan yang dipublikasi di jurnal ilmiah Brain, Behavior and Immunity tersebut berdasarkan wawancara klinis dan pertanyaan tentang penilaian diri.

Dari hasil studi itu, para dokter pun menemukan PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami sakit sebesar 28 persen.

Selain itu, depresi 31 persen, kecemasan 42 persen dan insomnia 40 persen hingga ada yang menimbulkan gejala kompulsif sebesar 20 persen.

Menurut studi, perempuan paling banyak mengalami kecemasan dan depresi meski keparahan infeksinya lebih rendah, menurut pernyataan.

Walhasil, seperti dilansir Reuters, efek kejiwaan yang tidak begitu serius ditemukan pada pasien rawat inap ketimbang pasien rawat jalan.

Dampak kejiwaan dari Covid19 dapat disebabkan baik dari respons imun terhadap virus itu sendiri maupun dari faktor stres psikologi seperti stigma, isolasi sosial dan kekhawatiran penularan terhadap orang lain, katanya.

Hasil tersebut akan menyoroti kekhawatiran soal potensi komplikasi kesehatan yang melemahkan bagi pasien sembuh Covid19.

Awal Agustus ini para ilmuwan memperingatkan kemungkinan gelombang kerusakan otak terkait virus corona pada pasien Covid19.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here