Bursa Efek Indonesia (Foto: MINEWS/Laila)
Bursa Efek Indonesia (Foto: MINEWS/Laila)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak wabah corona atau Covid-19 masuk ke Indonesia awal Maret lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul hebat. Banyak pakar menyebut, pasar saham Indonesia kini benar-benar rentan terguncang. Apa alasannya?

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, IHSG mudah terguncang karena 90 persen saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikuasai oleh asing. Efeknya, jika perekonomian global mengalami kepanikan, maka terasa di Indonesia.

“Harus ingat 90 persen saham yang listing di bursa dikuasai asing. Kepanikan global akan berpengaruh di pasar dalam negeri,” ujar Ibrahim di Jakarta, Rabu 25 Maret 2020.

Ibrahim mengakui, sementara ini paniknya pasar uang terhadap bursa saham sulit untuk ditangkal. Apalagi, pasien corona di Indonesia kian bertambah, meski pemerintah masih melakukan upaya penanganan.

Ia menambahkan, pasar global telah berbalik dalam satu bulan belakangan. Pada awal tahun, dunia hanya memberi sentimen negatif terhadap Cina karena Covid-19 menyebar pertama kali di negara tersebut. Namun kini, ekonomi dalam negeri turut terimbas.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here