Budi Darmawan
Budi Darmawan. (badmintonindonesia.org)

MINEWS.ID, JAKARTA – Djarum Badminton Club bukan brand produk rokok. Maka kita tidak akan pernah menemukan merek itu di warung atau minimarket.

“Itu cara paling mudah. Sebab klub itu didirikan pemilik owner Djarum,” kata Senior Manager Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan saat dikonfirmasi soal audisi atlet bulutangkis dikaitkan dengan penjualan rokok , Minggu 25 Agustus 2019.

Sementara audisi yang dilakukan Djarum Badminton Club adalah merupakan ajang pencarian bibit atlet yang bakal ditempa Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum.

Budi yang akrab dipanggil Bubu itu menegaskan, tugas Djarum Badminton Club adalah mencari atlet bulutangkis berbakat, bukan berjualan rokok.

Bubu mengatakan para peserta yang lolos akan diberi beasiswa untuk menuntut ilmu, tak hanya dalam bermain bulutangkis tetapi juga pendidikan formil di sekolah.

Beberapa atlet yang lahir dari audisi tersebut adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Praveen Jordan. Budi sendiri mengaku tak paham dengan tudingan yang mengaitkan promosi brand image perusahaan rokok dengan memanfaatkan tubuh anak.

Dalam melakukan audisi maka para atlet menggunakan jersey klub. Nama yang ada di jersey itu bukan brand rokok. Sebab itu adalah nama klub bulutangkis.

Sekali lagi, Bubu menegaskan tidak ada kegiatan penjualan rokok pada audisi atlet bulutangkis tersebut.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here