Brasil mendapat kiriman oksigen dari Venezuela. (Foto: Yahoo News)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Venezuela mengirimkan oksigen untuk membantu meringankan beban tetangganya, Brasil yang mengalami krisis oksigen karena melonjaknya angka kematian akibat virus corona.

“Vezenuela akan memasok oksogen selama situasi darurat di negara bagian Amazonas,” kata Menteri Luar Negeri Brasil, Jorge Arreaza, melansir Reuters.

Angkatan Udara Brasil juga telah mengavakuasi 12 pasien dari rumah sakit di ibu kota negara bagian Manaus ke utara kota Sao Luis, mengingat pasokan oksigen di rumah sakit tersebut mengalami krisis dan bangsal perawatan intensif yang penuh.

Kuburan massal digali di kota Manaus selama gelombang pertama pandemi virus corona tahun lalu. Fakta memilukan kembali hadir pada gelombang kedua, di mana dokter dan kerabat kehabisan persediaan dan peralatan saat berusaha mati-matian menjaga pasien terinfeksi virus corona tetap bernafas.

Angkatan Udara Brasil mengatakan, penerbangan kedua telah mendarat di Manaus dengan membawa delapan tangki oksigen cair, menyusul pengiriman darurat lima tank sebelumnya. Sementara Angkatan Laut mengatakan, telah mengirim 40 respirator.

Selain gelombang kedua pandemi virus corona, Negeri Samba juga dihadapi varian virus baru yang berpotesi lebih menular yang berasa dari Amazonas dan mendorong Inggris melarang masuknya warga negara Brasil.

Pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro mendapat kecaman keras dari berbagai pihak atas penanganan krisis virus corona dan kegagalannya untuk menggelar program vaksinasi. Padahal sebelumnya, Menteri Kesehatan, Eduardo Pazuello mengatakan pemerintah federal telah mencapai kesepakatan dengan negara bagian Sao Paolo untuk membeli 46 juta dosis vaksin CoronaVac dari Cina untuk program imunisasi nasional.

Pada Sabtu (16/1), Brasil melaporkan 1,000 kematian terkait virus corona untuk hari kelima secara beruntun. Presiden Bolsonaro dan pemerintahannya menyerukan pengobatan dini gejala COVID-19 sebagai bagian dari kampanye untuk mempromosikan penggunaan obat anti-malaria hydroxychloroquine, meski penelitian menyangsikannya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here