smart farming
Ilustrasi smart farming. (medalist.info)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sektor Pertanian tampaknya bakal menjadi rebutan perbankan untuk melakukan pembiayaan. PT Bank Negara Indonesia (BNI Persero) Tbk kini sedang membidik para petani milenial yang melakukan smart farming atau pertanian pintar.

Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati smart farming merupakan salah satu usaha yang tangguh selama masa pandemi Covid19.

Menurutnya, smart farming biasanya dilakukan di lahan yang terbatas namun berusaha mencapai hasil maksimal dengan memanfaatkan teknologi termasuk teknologi cuaca.

BNI telah memberi pelatihan smart farming kepada para petani milenial agar mereka paham soal pengolahan tanaman di lahan terbatas. Memanfaatkan metode pertanian itu membuat efektivitas dan produktivitas pertanian akan terukur karena data analisisnya akurat.

Sejak 2019, bank BUMN ini menggarap sektor UMKM pertanian dengan meluncurkan pertanian pintar berbasis internet of things (IOT) menyongsong pertanian 4.0, memanfaatkan teknologi digital sehingga budi daya semakin efektif.

Pertumbuhan jumlah debitur UMKM BNI tahun ini telah mencapai 32 persen dari total segmentasi kredit.

Tambok mencatat pada 2015, nasabah UMKM hanya 97 ribu dan hingga Juni 2020 ini, jumlahnya mencapai 280 ribu pelaku UMKM.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here