Covid-19

MATA INDONESIA, JAKARTA –¬†Selain Italia dan Jerman, Belanda menjadi salah satu negara yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Hingga Selasa 7 April 2020, negeri yang pernah menjajah Indonesia ini telah mencatat nyaris 20 ribu kasus positif corona, dengan angka kematian mencapai lebih dua ribu jiwa.

Institut Kesehatan Belanda melaporkan jumlah kematian Covid-19 bertambah 234 baru-baru ini. Sehingga kini sudah 2.101 pasien di Belanda yang meninggal dunia karena corona.

Sementara untuk jumlah pasien yang sembuh, pemerintah Belanda belum mau mengumumkannya. Meskipun berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE) dari Johns Hopkins University sebanyak 258 pasien Covid-19 di Belanda sudah dinyatakan sembuh.

Berbeda dari kebanyakan negara, Belanda memilik menerapkan kebijakan ‘karantina wilayah cerdas’ atau ‘karantina yang ditargetkan’, dengan melindungi aspek sosial serta ekonomi dari wilayah terdampak corona.

Dalam laporanBBC m, toko-toko seperti toko bunga, material, roti bahkan mainan masih dibuka. Tapi sekolah, tempat penitipan anak, dan universitas ditutup setidaknya sampai 28 April mendatang.

“Kami tidak ingin bereaksi berlebihan, mengunci semua orang di rumah mereka,” kata Dr Louise van Schaik dari Institut Hubungan Internasional Clingendael.

Belanda mengimbau warganya untuk menjaga jarak dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak. Tapi mereka masih diizinkan keluar bila tidak bisa bekerja di rumah atau untuk berbelanja.

Warga Belanda juga masih diperbolehkan keluar rumah untuk menghirup udara segar. Dengan syarat mereka tetap menjaga jarak satu sama lain sejauh 1,5 meter. Imbauan itu tampaknya cukup dipatuhi masyarakat Belanda.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here