Pesawat tempur KFX-IFX siap mengudara 2021-2022
Pesawat tempur KFX-IFX siap mengudara 2021-2022

MATA INDONESIA, MELBOURNE – Pengembangan jet tempur patungan Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) terus melangkah maju. Salah satunya, mesin pesawat sudah dikirim dari GE Aviation.

GE Aviation mengaku sudah mengirim mesin F414-GE-400K ke Korea Aerospace Industries pada bulan Mei.

KAI sedang mengembangkan KF-X untuk Angkatan Udara Korea Selatan, yang berniat untuk mengganti armada McDonnell Douglas F-4 Phantom II dan Northrop F-5E / F Tiger II. Negera itu bermitra dengan Indonesia untuk membuat pesawat tempur tersebut.

“GE sangat senang mencapai tonggak penting ini dalam program KF-X,” kata manajer umum departemen Medium Combat and Trainer Engines GE, Al DiLibero yang dikutip, Selasa 9 Juni 2020.

Seperti dilaporkan defensenews.com, sebanyak 15 mesin dan enam prototipe diharapkan diproduksi ada tahun 2021. Mesin itu diharapkan sudah bisa menerbangkan KF-X pada 2022. Pengembangan seluruhnya selesai pada 2026.

Mesin F414 saat ini juga menjadi dapur pacu Bo Horn F / A-18E / F Super Horn, Saab JAS 39E / F Gripen dan pesawat tempur HAL Tejas Mark 2 India.

Korea Selatan berencana untuk terutama melengkapi KF-X dengan avionik asli. Ini sebagian besar akan datang dari LIG Nex1 dan Hanwha, meskipun Sistem Elbit Israel akan memasok sistem mengikuti / menghindari medan untuk radar array yang dipindai secara elektronik aktif yang sedang dikembangkan oleh Hanwha. Perusahaan Israel mengumumkan kontrak $ 43 juta pada awal Februari.

KF-X juga kompatibel dengan rudal udara-ke-udara Eropa. Korea Selatan menandatangani kontrak dengan pembuat rudal Eropa MBDA pada November 2019 untuk mengintegrasikan Meteor, sementara Diehl-BGT juga dilaporkan akan menandatangani kontrak serupa untuk IRIS-T-nya.

Indonesia mendatangani kerja sama program pesawat tempur itu pada 2010 dengan menyetujui menanggung 20 persen biaya pengembangan dengan imbalan satu pesawat prototipe, partisipasi desain, data teknis dan pembagian produksi.

Namun, Indonesia dikabarkan telah melewatkan sejumlah pembayaran di tengah krisis anggaran. The Korea Herald melaporkan pada akhir Mei bahwa pada April, Indonesia berhutang 415 juta dolar AS dalam bentuk pembayaran yang terlambat karena program tersebut.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here