Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu. (dok.)

MINEWS.ID, JAKARTA – Anggaran TNI menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang Rp 108 triliun kini sudah jauh meningkat. Tetapi bagaimana pun kesejahteraan rakyat harus diutamakan.

“Dulu anggaran kita Rp 50-60 Triliun, sekarang Rp 100 Triliun lebih. Rp 108 Triliun, apa lagi? Mau ngambil uang rakyat? Nggak mungkin. Kita tentara rakyat, rakyat dululah diutamakan,” kata Ryamizard di Jakarta.

Jika TNI Indonesia disandingkan dengan India memang kalah kuat. Tetapi di sana masyarakatnya banyak yang miskin dan tidak punya tempat tinggal.

Menteri Ryamizard menegaskan hal tersebut tidak boleh terjadi di Indonesia. Tidak mungkin membelakangkan kebutuhan rakyat.

TNI tidak bisa berprinsip yang alat utama sistem persenjataan (Alutsista) bagus, tapi terserah. Menurut mantan KSAD, itu bukan tentara rakyat.

Apalagi ancaman untuk Indonesia saat ini adalah bencana alam dan terorisme. Sedangkan ancaman perang belum nyata.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyinggung minimnya anggaran TNI saat pidato di Surabaya, Jum’at 12 April 2019. Dia menyatakan hal itu merupakan salah satu persoalan TNI saat ini.