Bangga, Produk 12 UMKM Jawa Barat Masuk ke Pasar Afrika

23
Ilustrasi produk UMKM (Foto: Ist)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) adalah salah satu sektor yang cukup bertahan, saat pandemi Covid-19 melanda tanah air. Bahkan selama pandemi, para pelaku UMKM ikut mendapatkan suntikan modal dari pemerintah agar roda usahanya tetap berputar.

Upaya tersebut pun berbuah manis. Tercatat sejumlah produk UMKM asal Jawa Barat (Jabar) berhasil menembus pasar mancanegara. Setidaknya ada sejumlah produk yang dibuat oleh 12 UMKM Jabar berhasil masuk ke wilayah Afrika, terutama Namibia.

Bahkan produk mereka sempat ikut dipajang dalam pameran produk kerajinan di Windhoek, Namibia, Afrika. Pameran tersebut berlangsung dari 18 Mei-10 Juni 2021 di pusat produk UMKM Namibia, Omba Gallery. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Windhoek, ASEPHI Jabar, dan Namibian Craft Center.

Duta Besar (Dubes) RI Windhoek Wisnu Edi Pratignyo untuk Namibia mengatakan, pameran tersebut merupakan ajang perkenalan produk UMKM Indonesia kepada masyarakat Namibia dan warga asing yang berada di Namibia.

“Melalui pameran ini, kami berharap dapat membuka jalan dan peluang bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Afrika, khususnya Namibia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu 6 Juni 2021.

Pada kesempatan tersebut, UMKM Indonesia di Kota Windhoek menampilkan beragam produk kerajinan, mulai dari baju batik, produk sulam, asesoris, perhiasan wanita, keramik, tas kulit, hingga sepatu.

Ke depannya, KBRI Windhoek mengaku berencana untuk mempromosikan produk UMKM asal Jabar tersebut di ajang pameran lainnya di Namibia.

Pameran-pameran tersebut di antaranya adalah Ongwediva Trade Fair pada akhir Agustus 2021 dan promosi seni budaya KBRI dalam bentuk batik workshop danfashion show pada awal Juli 2021.

Expert Coordinator Omba Gallery, Jurgen Werz pun menanggapi dengan penuh antusias tentang rencan KBRI tersebut. Jurgen mengatakan, Omba Gallery terbuka untuk berbagai bentuk promosi. Tidak hanya produk kerajinan, tetapi juga seni dan budaya.

“Kami puas bekerja sama dengan Indonesia. Ke depannya, kami berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan KBRI dalam upaya peningkatan keahlian para pengrajin,” katanya.

Sebagai informasi, 12 UMKM asal Jabar tersebut berada di bawah naungan Association of Exporters and Producers of Indonesian Handicraft (ASEPHI) atau Asosiasi Exportir dan Produsen Kerajinan Indonesia.

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama