Waspada, Ini Daftar 25 Wilayah di Jawa yang Rawan Gempa dan Tsunami
Ilustrasi Tsunami (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Terjangan tsunami dapat mengakibatkan hancurnya wilayah yang terkena dampak. Contohnya seperti rumah roboh, benda-benda hanyut, tanah rata, pohon hanyut dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimana dengan keadaan kehidupan laut saat tsunami terjadi? Apakah hewan-hewan laut dapat keluar dari jalur tsunami?

Mengutip scubadiving.com seorang ahli biologi laut, Dr. David Shiffman memaparkan jawabannya bahwa hal itu tergantung pada suatu kondisi. Beberapa hewan laut kemungkinan tidak akan menyadari apapun yang sedang terjadi.

Hewan lainnya akan bisa mati dengan cepat dan tanpa ada rasa sakit karena terjangan kuat dari tsunami. Tetapi tetap saja hewan lainnya pun akan mati nantinya setelah kerusakan habitat atau masalah kualitas perairan akibat perlintasan tsunami.

Lebih lanjut, Shiffman memberikan catatan bahwa tsunami dapat membunuh manusia dengan jumlah yang mengerikan dan menghancurkan kehidupan yang tak terhitung lagi jumlahnya.

Tsunami, tidak sama halnya dengan gelombang pasang surut, terjadi akibat peristiwa gempa bumi. Sementara gelombangnya masih diatas air yang relative dalam, ketinggian air hanya naik beberapa inci, dan hewan-hewan laut mungkin tidak akan menyadari apa yang telah terjadi, termasuk kapal-kapal didalam laut selama laporan tsunami tidak menyadari apapun.

Masalah utamanya adalah saat gelombang air mencapai air yang dangkal, yang menyebabkan lambat, membuat gelombang lebih tinggi dan membentuk kekuatan yang sering dikaitkan dengan tsunami.

Ketika gelombang air menerjang kembali kearah pantai, kekuatannya dapat menghancurkan bagi kehidupan laut serta habitat yang menopang mereka. Terumbu karang dianggap sebagai ‘pemecah gelombang alami’ untuk tsunami, tetapi juga dapat menderita kerusakan yang besar.

Setelah terjangan gelombang ke daratan, air membawa segala macam puing-puing kembali ke laut, termasuk berbagai bahan kimia beracun. Hal ini dapat membangkitkan sedimen serta dapat mempengaruhi kejernihan dan kualitas air dalam banyak hal yang dapat membahayakan kehidupan laut pesisir.

Reporter: Budiyani Rahmawati

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here