Pengamat: Pemberantasan KSTP Juga Patut Mempertimbangkan HAM
Ilustrasi kelompok separatis Papua. (dok)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kelompok separatis Papua (KSP) dinilai sama dengan teroris karena mengorbankan masyarakat tidak berdosa. Hal ini dikemukakan oleh Elminus Mom, ayah dari Ali Mom, siswa SMA Negeri Ilaga yang menjadi korban penembakan oleh KSP. Ia mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

“Saya sudah dua hari saya tunggu informasi atau jawaban juga belum ada. Berarti sekarang saya anggap KSP teroris. Karena bukan perjuangannya, mereka bunuh guru-guru, ibu-ibu, ya bakar gedung sekolah. Ini perjuangan sudah tidak suci, tidak murni, ini teroris,” kata Elminus Mom.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terima atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh KSP terhadap anaknya.

“Saya tidak terima perlakuan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan KSP,” kata Elminus.

Adapun, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudsy mengakui bahwa situasi dan kondisi di Beoga, Kabupaten Puncak telah berangsur kondusif.

“Aparat keamanan gabungan TNI-Polri hadir di tengah masyarakat dalam rangka memberikan kenyamanan dan untuk melindungi warga supaya bisa beraktivitas dengan normal,” kata Iqbal.

Sebelumnya, pelajar SMA Negeri 1 Ilaga menjadi korban tewas akibat ditembak oleh KSP pada 15 April 2021 lalu. Ironisnya, pelajar 16 tahun itu juga dibacok dengan senjata tajam hingga tewas.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here