Uang Tunai BNI Petugas mengatur tumpukan uang di cash center BNI, Kamis (29/12). Uang tunai yang disiapkan BNI untuk memenuhi kebutuhan selama masa liburan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mencapai sekitar Rp 11 triliun. Investor Daily/setkab.go.id)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS ditutup melemah tipis di akhir perdagangan Rabu, 1 Juli 2020. Mengutip data bloomberg, rupiah melemah 0,12 persen ke level Rp 14.282 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, laju mata uang garuda hari ini dibayangi oleh sikap investor yang merespon positif komentar Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dalam kesaksian di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan AS pada hari Selasa.

“Keduanya sanggup untuk berbuat lebih banyak untuk ekonomi AS yang lagi berjuang melawan dampak luar biasa dari wabah virus corona,” ujarnya Rabu sore.

Selain itu, laju rupiah juga dibayangi oleh hasil rilis data purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Cina bulan Juni naik menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya 50,6. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi dan di atasnya berarti ekspansi.

“Dengan demikian, China masih mempertahankan bahkan menambah laju ekspansi di bulan Juni sehingga harapan akan kebangkitan perekonomian bisa segera terwujud,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, laju mata uang garuda dipengaruhi oleh sikap investor pasca penandatanganan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong oleh Presiden Cina Xi Jinping, maka ada keuntungan tersendiri bagi pasar dalam negeri.

“Ada kemungkinan aliran modal asing yang terparkir di Hongkong akan kembali mengalir ke pasar dalam negeri, sehingga pemerintah harus melakukan evaluasi kebijakan dan menyiapkan regulasi yang bisa memudahkan pengusaha-pengusaha tersebut untuk memindahkan asetnya,” ujar Ibrahim.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here