Doa Kristen untuk Kerukunan Beragama di Indonesia
Ilustrasi

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) berhasil membangun sistem peringatan dan respon dini konflik keagamaan yang diberi nama M-Harmoni yang akan bisa dikembangkan menjadi sistem pengelolaan kerukunan umat beragama di Indonesia. Kini sistem tersebut diuji coba.

Sistem itu mengandalkan aplikasi yang bisa dipantau para pemangku kepentingan terhadap kondisi realtime kerukunan umat beragama di seluruh daerah di Indonesia.

Cara kerja sistem itu mengandalkan data input dari aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) yang bertugas di lapangan.

Data itu kemudian akan masuk ke kantor Kemenag dan dipantau pergerakannya oleh pengambil kebijakan baik di pusat atau daerah dalam hal ini pejabat kantor wilayah setempat.

Kepala Balai Diklat Jakarta Nurudin menyampaikan tahun ini sistem tersebut diharapkan sudah bisa digunakan untuk meredam konflik keagamaan.

Sekjen Kemenag Nizar Ali menyatakan uji coba sistem itu untuk menyempurnakan aplikasi tersebut perlu uji coba di beberapa kabupaten/kota hingga provinsi agar terlihat gambaran situasional potensi konflik, baik di Kemenag pusat, wilayah hingga daerah.

Menurut Nizar, DKI Jakarta dan Jawa Barat dipertimbangkan menjadi tempat uji coba tersebut .

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here