Ilustrasi banjir jakarta
Ilustrasi banjir jakarta

MATA INDONESIA, JAKARTA-Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta kerap kali terjadi dan selalu menyalahkan Bogor sebagai penyebabnya, karena air kririmannya.

Melihat hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menantang Gubernur Anies Baswedan mengeluarkan Rp 1 triliun untuk dianggarkan reboisasi kawasan hutan di Bogor dan sekitarnya.

Menurut dia, reboisasi hutan di Bogor dan daerah sekitarnya penting demi mencegah banjir yang merugikan Jakarta. Pasalnya banyak pohon milik rakyat tumbuh di atas tanah negara terutama di DAS Citarum.

“Ketika gede ya ditebang. Sayang kalau ditebang, bagaimana kalau dibeli Pemprov DKI untuk pohon abadi,” kata Dedi Mulyadi, beberapa waktu lalu

Mantan Bupati Purwakarta ini mengatakan, hutan di Bogor sangat berpengaruh terhadap DKI. Jika hutan di Bogor dan sekitarnya rusak, maka warga Jakarta yang dirugikan.

“Bogor punya Sungai Ciliwung. Jika hutan gundul di hulu, maka air tidak terserap lalu akan meluncur deras melalui Sungai Ciliwung dan Kalimalang hingga akhirnya sampai ke Jakarta dan menyebabkan banjir,” katanya.

Hutan-hutan di daerah sekitar Bogor seperti Cianjur, Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupatan Bandung, pun sangat berpengaruh terhadap Jakarta.

Menurutnya, jika aliran dari Sungai Citarum tak terkendali maka Jakarta akan mengalami bencana. “Begitu juga ketika Jatiluhur jebol, dalam 15 menit Jakarta tenggelam,” katanya.

Dia menuturkan, jika dana sebesar itu dikeluarkan tak akan masalah untuk DKI Jakarta. Dirinya mencontohkan, perusahaan membayar pajak pertambahan nilai (PPN) berdasarkan NPWP dan rata-rata kantor mereka berada di Jakarta. Artinya, pajak itu mengalir ke Jakarta meski pabriknya berada di daerah lain seperti Purwakarta, Bekasi dan sekitarnya.

Dedi Mulyadi pun bercerita, saat dirinya masih menjabat bupati Purwakarta, pernah bertemu Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengusulkan proposal agar Pemprov DKI berinvestasi dalam hutan abadi.

Bahkan staf Ahok waktu itu pernah datang ke Purwakarta untuk riset. “Namun sejak kunjungan riset hingga kini belum ada tindak lanjut,” kata dia.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here