(Foto: PSSI)

MATA INDONESIA, DUBAI – Timnas Indonesia U-16 sudah lima hari berada di Uni Emirat Arab (UEA) dalam rangkaian uji coba. Selama di sana, asupan makanan para pemain dikawal ketat.

Selama di UEA, timnas U-16 menjalani dua laga uji coba melawan timnas UEA, Rabu 21 Oktober dan Sabtu 24 Oktober. Tak hanya taktik dan strategis yang ditempa dalam persiapan menghadapi laga uji coba, para penggawa Timnas U-16 juga harus melakukan penyesuaian dengan menu makanan selama berada di UEA, baik sebelum dan sesudah latihan atau pertandingan.

“Makanan yang dimakan oleh para pemain harus dikontrol, dalam arti kebutuhan karbohidrat, protein, air dan mineral semuanya harus terpenuhi. Mereka dilarang makan gorengan, makanan pedas dan berminyak karena jenis makanan ini sulit untuk dicerna saat latihan maupun pertandingan,” ujar dokter timnas U-16, Irfan Akhmad, di laman resmi PSSI.

Dokter Ifran menambahkan, ada sedikit penyesuaian terhadap makanan yang ada di timur tengah bagi para pemain, terutama menyangkut rasa dan cara penyajian selama menetap di UEA.

“Karena tim sekarang ada di UEA, ada sedikit penyesuaian makanan di timur tengah. Ciri khas makanan di sini ialah banyak menggunakan minyak,” ungkapnya.

“Walaupun mungkin menggunakan minyak zaitun, namun penggunaan minyak yang terlalu banyak tidak baik juga bagi para pemain, sehingga tidak semua makanan bisa dimakan,” tuturnya.

Meski demikian, tidak ada kendala berarti dalam hal makanan selama di UEA. Hal ini diungkapkan kiper timnas U-16, Muhammad Raufa Aghastya.

“Kalau buat makanan selama di sini tidak ada masalah, mungkin dari segi rasa agak sedikit hambar dan rempah-rempahnya kurang kuat seperti di indonesia. Tapi di sini makanannya tidak kalah enaknya dengan di Indonesia,” kata Raufa.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here