Pasukan AS. (Foto: US News)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat (AS) mungkin akan menarik hampir semua pasukan AS dari Somalia. Keputusan tersebut merupakan bagian dari penarikan pasukan AS di seluruh dunia, termasuk pengurangan pasukan di Afganistan dan Irak, demikian dikatakan pejabat Negeri Paman Sam.

Para pejabat, yang berbicara tanpa menyebutkan namanya itu mengatakan belum ada yang diselesaikan dan tidak ada perintah untuk Somalia yang telah diterima oleh militer AS. Namun, ada harapan bahwa penarikan pasukan akan segera dilakukan.

Pentagon, pada Selasa (17/11) mengumumkan bahwa Trump akan mengurangi pasukan AS di Afganistan dari 4,500 menjadi 2,500 pasukan pada 15 Januari nanti, atau lima hari sebelum masa jabatannya berakhir. Sementara di Irak, AS akan menarik pasukannya sebanyak 500 orang.

AS sendiri memiliki sekitar 700 tentara di Somalia yang difokuskan untuk membantu pasukan lokal mengatasi pemberontakan Al-Shabaab yang beraliansi dengan al-Qaeda. Misi tersebut mendapat sedikit perhatian di AS dan dianggap sebagai landasan upaya global Pentagon memerangi al Qaeda.

Pejabat Menteri Pertahanan Trump yang baru dilantik, Christopher Miller memperhatikan Somalia dengan cermat. Mantan pejabat Baret Hijau dan kontraterorisme itu memiliki pilihan, yakni mempertahankan sejumlah pasukan atau berhenti mengandalkan penyebaran besar-besaran memerangi al Shabaab.

Koordinator Kontraterorisme Departemen Luar Negeri, Nathan Sales menolak membahas rencana AS di Somalia. Namun, ia mencatat al Shabaab menimbulkan bahaya bagi keamanan Afrika Timur dan bahwa kelompok itu telah melancarkan serangan di Kenya.

“Al Shabaab terus menimbulkan ancaman yang signifikan di Somalia dan semakin meningkat di wilayah tersebut,” kata Nathan, melansir Reuters, Rabu, 18 November 2020.

“Amerika Serikat menganggap serius tanggung jawab kami untuk menggunakan alat yang tersedia bagi kami untuk memutar balik, menurunkan, dan mengalahkan kelompok teroris berbahaya ini,” sambungnya.

Kritikus mengatakan perubahan radikal dalam kebijakan AS terhadap al Shabaab membawa risiko yang signifikan. Mantan komandan pasukan khusus Angkatan Darat Somalia, Kolonel Ahmed Abdullahi Sheikh mengatakan keputusan menarik pasukan dapat mengancam kontra-terorisme di Somalia dan mengurangi kepercayaan di AS.

AS telah menarik diri dari Bossaco dan Galkayo, Somalia sekitar tiga pekan lalu. Namun, sejumlah pasukan masih bertahan di kota pelabuhan selatan Kismayo, pangkalan udara pasukan khusus di Baledogle dan di ibu kota Mogadishu. Penarikan pasukan yang cepat berisiko menyerahkan tanah ke al Shabaab, kata Sheikh.

“Itu akan menciptakan ruang hampa. Pasukan keamanan Somalia memiliki moral yang baik karena pasukan AS … ada kemungkinan dukungan udara jika mereka diserang, mereka dapat mendapatkan bantuan medis,” ucap Sheikh.

Somalia telah terpecah oleh perang saudara sejak 1991. Akan tetapi selama dekade terakhir pasukan penjaga perdamaian yang didukung Uni Afrika telah merebut kembali kendali atas ibu kota dan sebagian besar negara itu dari al Shabaab.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here