Ned Price. (Foto: Daily Sabah)

MATA INDONESIA, WINA – Para diplomat dari negara-negara besar bertemu secara terpisah pada Rabu (7/4) dengan Iran dan Amerika Serikat untuk membahas mengenai kepatuhan terkait Pakta Nuklir Iran 2015 yang ditinggalkan Washington tahun 2018.

Baik Amerika Serikat (AS) maupun Teheran tidak mengharapkan terobosan cepat dalam dialog yang diselenggarakan di kota Wina sejak Selasa (6/4), dengan para diplomat dari Eropa dan sejumlah negara yang bertindak sebagai perantara karena Teheran menolak pembicaraan tatap muka untuk saat ini.

Pihak kesepakatan yang tersisa – Iran, Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia – sepakat untuk membentuk dua kelompok tingkat ahli yang tugasnya adalah menggabungkan daftar sanksi yang dapat dicabut AS dengan kewajiban nuklir yang harus dipenuhi Iran.

Para diplomat mengatakan kelompok kerja, yang diketuai oleh Uni Eropa –tanpa  AS, akan merilis hasil dari dialog di Wina dalam beberapa pekan mendatang atau sebelum pemilihan Presiden Iran yang akan digelar pada 18 Juni.

“Tim di lapangan di Wina telah berkonsultasi dengan sekutu Eropa kami serta dengan mitra Rusia dan Cina. Mereka pada gilirannya telah bertemu dengan delegasi Iran,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, melansir Reuters, 8 April 2021.

Price mengatakan, dialog akan berjalan sulit karena format tidak langsung, sejarah ketidakpercayaan AS-Iran, dan kompleksitas masalah. Ia juga mengungkapkan bahwa Washington mungkin bersedia meringankan beberapa sanksi terhadap Teheran, namun Price tidak memberikan rincian.

“Kami siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali mematuhi JCPOA, termasuk dengan mencabut sanksi yang tidak sesuai dengan JCPOA. Saya tidak dalam posisi di sini untuk memberi Anda pasal dan ayat tentang kemungkinan itu,” tuntasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS),  Antony Blinken menegaskan, AS akan berpegang teguh pada pendiriannya bahwa Iran harus kembali mematuhi kesepakatan Pakta Nuklir Iran 2015. Ini merupakan syarat ajeg bila Teheran ingin AS kembali ke Pakta Nuklir tersebut.

Pakta Nuklir Iran 2015, yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau Join Comprehensive Plan on Action (JCPOA), disepakati oleh Iran dan enam negara besar tahun 2015, di mana Iran berkomitmen untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi dari AS dan lainnya.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here