Masjidil Haram

MATA INDONESIA, JAKARTA –┬áPemerintah Arab Saudi telah menutup masjid secara massal akibat penyebaran Covid-19 yang dikhawatirkan tidak terkendali.

Dalam 20 hari terakhir, Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Saudi telah menutup 168 masjid, sementara 153 lainnya dibuka kembali dengan protokol kesehatan yang super ketat.

Pada Sabtu 27 Februari 2021, Saudi menutup 10 masjid sekaligus di lima wilayah, setelah ditemukannya 12 kasus positif Covid-19.

Selain penutupan masjid, pemerintah Saudi juga terus gencar mengedukasi masyarakat terkait interval antara vaksin pertama dan kedua.

Edukasi dan sosialisasi terkait vaksin ini dimassifkan, mengingat Kerajaan meningkatkan program inokulasi dengan peningkatan jumlah pusat vaksin.

Saudi mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech memiliki waktu tiga hingga enam minggu antara suntikan.

Sementara, untuk suntikan vaksin Oxford-AstraZeneca memiliki jarak delapan hingga 12 minggu. Sejauh ini, lebih dari 630.000 masyarakat Saudi telah divaksinasi.

Arab Saudi melaporkan 338 kasus baru Covid-19, yang berarti 377.061 orang kini telah tertular penyakit tersebut. Hingga kini terdapat 2.562 kasus aktif, dengan 475 diantaranya dalam posisi kritis.

Kementerian Kesehatan Saudi juga mencatat 320 pemulihan baru, sehingga total menjadi 368.011. Di sisi lain, lima kematian baru dilaporkan dan meningkatkan jumlah korban menjadi 6.488.

Tingkat pemulihan Arab Saudi mencapai 97,59 persen. Hampir 13,5 juta tes PCR telah dilakukan di Kerajaan sejak awal pandemi, dengan 39.707 tes dilakukan dalam 24 jam terakhir.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here