Paing Takhon. (Foto: Instagram)

MATA INDONESIA, NAYPYIDAW  – Pasukan keamanan Myanmar menangkap Paing Takhon, seorang model dan aktor tampan yang keras menentang kudeta. Hal ini diungkapkan oleh saudara perempuang Paing.

surat perintah penangkapan dikeluarkan junta militer Myanmar untuk menangkap ratusan orang, termasuk di antaranya influencer, penghibur, artis, dan musisi. Dan Paing Takhon yang merupakan model dan aktor terkenal di Myanmar dan Thailand, adalah salah satu yang ditahan di antara selebriti di negara itu.

Kakak perempuannya, Thi Thi Lwin, mengatakan kepada Reuters, Kamis, 8 April 2021, bahwa militer menahan saudara laki-lakinya pada pukul 4.30 pagi di rumah orang tua mereka di Yangon, tempat dia tinggal selama beberapa hari dalam keadaan tidak sehat.

Pasukan keamanan datang dengan 8 truk militer dan sekitar 50 tentara dan tidak jelas kemana dia dibawa, katanya. Saat ini Paing Takhon menderita malaria dan penyakit jantungnya, kata saudara perempuannya.

Meski namanya besar di Thailand, ternyata Paing yang kelahiran 17 September 1996 ini lahir dan besar di Myanmar. Ia merupakan anak ke empat dari enam bersaudara. Pria yang saat ini berumur 24 tahun ini memiliki dua kakak perempuan, satu kakak laki-laki, dan dua adik laki-laki.

Saat ini ia sedang merintis karier sebagai model dan aktor sambil berkuliah di University of Distance Education dan mengambil jurusan psikologi.

Paing Takhon mengawali kariernya sebagai model pada 2014. Dari sana pria bertato itu mulai mendapat tawaran menjadi bintang iklan, model video musik, dan model runaway beberapa brand ternama.

Namanya makin dikenal di dunia hiburan sejak 2017 dan mulai merambah ke dunia akting. Pada tahun tersebut, ia menjadi pemeran utama dalam film Midnight Traveller. Sejak saat itu ia terus membintangi beberapa judul film. Pria dengan tinggi 183 cm itu juga ditunjuk sebagai Duta Pariwisata Myanmar untuk Thailand.

Sejak aksi unjuk rasa pecah dan memenuhi setiap sudut kota Myanmar pada awal Februari, aparat keamanan tak segan menggunakan kekerasan untuk meredakan aksi unjuk rasa.

Pada Rabu (8/4), aparat keamanan dilaporkan menembaki pengunjuk rasa anti-kudeta dan menewaskan sedikitnya 15 jiwa serta melukai puluhan pengunjuk rasa lainnya, berdasarkan keterangan aktivis dan awak media.

Sekitar 600 warga sipil tewas di tangan pasukan keamanan dan sebanyak 2,847 demonstran ditangkap sejak junta militer Myanmar merebut kekuasaan sah, berdasarkan laporan Berdasarkan laporan Kelompok Advokasi Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik atau Assistance Association for Political Prisoners (AAPP).

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here