PLN (foto: istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – PLN mengerahkan 31 ribu personel untuk bersiaga menjaga sistem kelistrikan di seluruh Indonesia dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada Minggu 24 Mei 2020.

Dari keterangannya, PLN memprediksi beban puncak listrik pada Idul Fitri tak mengalami perubahan signifikan, dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pelarangan mudik.

Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad menyebut, pasokan daya listrik di seluruh Indonesia dalam kondisi aman. Khusus untuk sistem Jawa-Bali memiliki daya mampu pasok mencapai 30.228 Megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 16.612 MW dengan cadangan operasi sebesar 13.616 MW.

Secara keseluruhan daya mampu pasok nasional sebesar 44.273,21 mega watt (MW) dan beban puncak sebesar 26.649,98 MW, sehingga terdapat kapasitas cadangan daya nasional sebesar 17.623,23 MW.

Tak hanya itu, ia berkata PLN juga menetapkan masa siaga sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri. Selama masa siaga ini, 2.327 posko didirikan dan tersebar di unit-unit PLN seperti pembangkit, transmisi, Pengatur Beban, Transmisi, Distribusi, Pembangkit (Control Room dan Dispatcher Room), Call Center 123, Command Center, dan Posko Pelayanan Teknik.

Petugas PLN tetap akan bersiaga di unit kerjanya masing-masing untuk menjaga pasokan listrik tetap andal. Hal tersebut juga telah di atur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 di mana perusahaan pelayanan publik penyedia listrik tetap dapat beroperasi.

Sementara menurut Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka, pihaknya telah melakukan upaya untuk menjamin listrik lebaran aman.

“Selama masa siaga ini kami juga memastikan tidak melakukan pemeliharaan jaringan, mulai dari Pembangkit, Transmisi, Gardu Induk, dan Distribusi,” kata I Made Suprateka dalam keterangan tertulis, Jumat 22 Mei 2020.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here