Haji (ilustrasi)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat tak khawatir, karena hingga kini tidak ada rencana pemerintah memakai dana haji untuk penanganan Covid-19.

Juru Bicara Kemenag Oman Fathurahman memastikan, dana tersebut akan benar-benar dipergunakan untuk pelayanan jemaah haji saja.

“Saya pastikan tidak ada dana jemaah yang digunakan untuk pencegahan Covid-19,” kata Oman, seperti dikutip dari Merdeka.com, Senin 13 April 2020.

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 44 UU Nomor 8 Tahun 2019, Biaya Penyelenggataan Ibadah Haji (BPIH) bersumber dari biaya perjalanan ibadah haji, APBN, nilai manfaat, dana efisiensi dan/atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

BPIH yang sumbernya dari APBN digunakan untuk operasional petugas, terutama akomodasi seperti transportasi darat dan udara, serta konsumsi.

Oman menyebut, semua anggaran rekrutmen hingga sewa kantor sektor dan daerah kerja juga berasal dari APBN, bukan dana haji.

Untuk operasional haji tahun 2020, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mendapatkan alokasi dana dari APBN sebesar Rp 486 miliar, yang di dalamnya termasuk alokasi pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen PHU.

“Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi Pemerintah Arab Saudi mengenai keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020,” ujar Oman.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here