rupiah
Ilustrasi rupiah

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksi akan melanjutkan tren pelemahan di akhir pekan, 26 Juni 2020. Kemarin, rupiah ditutup melemah 0,32 persen ke level Rp 14.175 per saham.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim pun memperkirakan pergerakan rupiah akan stagnan di level Rp 14.175 per dolar AS.

Ia mengatakan, laju mata uang garuda masih dibayangi oleh rilis dari IMF soal prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di angka minus 0,3 persen di tahun 2020. Namun pada tahun berikutnya produk domestik bruto (PDB) RI diperkirakan akan kembali mencatatkan pertumbuhan lebih dari 6,1 persen.

“Rilis outlook tersebut sudah bisa diprediksi oleh pasar. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi Pemerintah dan Bank Indonesia agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan sehingga apa yang ditakutkan oleh IMF tidak terjadi,” katanya Kamis sore.

Selain itu, pergerakan mata uang garuda juga dipengaruhi oleh kecemasan pelaku pasar soal perkembangan penyebaran corona (covid-19).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona di seluruh dunia per 24 Juni adalah 9.129.146 orang. Bertambah 135.212 orang dibandingkan hari sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada 23 Juni yang sebanyak 133.328 orang.

“Kenaikan kasus corona membuat sejumlah negara kembali menerapkan karantina wilayah (lockdown) meski lingkupnya terbatas. Pemerintah Negara Bagian North Rhine-Westphalia (Jerman) kembali memberlakukan lockdown di dua distrik agar virus tidak menyebar lebih lanjut. Mini lockdown ini rencananya berlaku hingga 30 Juni,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here