Kawasan puncak Bogor saat PSBB pekan lalu
Kawasan puncak Bogor saat PSBB pekan lalu

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kawasan puncak, Bogor akhir pekan lalu dipenuhi oleh wisatawan dari Jakarta, usai aturan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) dilonggarkan.

Hal itu membuat Gubernur Jabar Ridwan Kamil gerah dan meminta agar warga DKI Jakarta untuk sementara dapat menahan diri dengan tidak berlibur ke kawasan Puncak, Bogor.

Rencananya, Pemprov Jabar bakal melakukan pengetesan masif dengan metode random sampling.

“Jadi saya imbau warga Jakarta jangan dulu ke Puncak karena kita amati pergerakan lalu lintas banyak mobil dengan pelat Jakarta. Kami sedang memastikan agar tahapan pariwisata ini dimulai dari warga lokal dulu dan belum warga di luar Jabar,” kata Emil dalam keterangan kepada pers usai rapat Gugus Tugas di Mapolda Jabar, Selasa 17 Juni 2020.

Emil juga menyatakan akan melibatkan jajaran Polda Jabar untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di wilayah Puncak Bogor.

“Jadi mohon maaf, kami akan melakukan random sampling terhadap orang-orang yang weekend akan datang ke daerah Puncak di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Selain melakukan pengetesan di kawasan Puncak, tim Gugus Tugas Pemprov Jabar akan melakukan rapid test di stasiun KRL Bogor dan pasar di Jabar.

“Random sampling minggu ini di pasar-pasar, daerah pariwisata khususnya Puncak dan di stasiun KRL yang menjadi komuter antara Bogor-Jakarta, Depok-Jakarta dan Bekasi-Jakarta,” katanya.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar memperpanjang masa PSBB proporsional menuju penerapan adaptasi kebiasaan baru. Jabar termasuk dalam empat daerah yang diperbolehkan untuk adaptasi kebiasaan baru oleh pemerintah pusat, setelah Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Gorontalo.

“Tidak ada lagi zona merah di Jabar, 12 zona kuning, mayoritas 60 persen kota kabupaten zona biru,” katanya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here