Ada Corona, KPU Malah Izinkan Peserta Pilkada Gelar Konser hingga Gerak Jalan Santai
Ada Corona, KPU Malah Izinkan Peserta Pilkada Gelar Konser hingga Gerak Jalan Santai

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kondisi penyebaran wabah corona yang masih tinggi di Indonesia nampaknya tak menjadi masalah bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tetap menggelar Pilkada Serentak 2020.

Bahkan belum lama ini, KPU telah memberikan ijin kepada para peserta pilkada untuk menggelar acara seperti konser musik, bazar, gerak jalan santai, dan sepeda santai di masa kampanye. Jumlah peserta acara tidak boleh lebih dari 100 orang.

Kebijakan ini diatur dalam dalam Pasal 63 ayat 1 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020. Berikut acara yang dibolehkan oleh KPU.

“Kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai,” demikian bunyi bunyi Pasal 63 Ayat (1) poin c PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

“Kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah,” mengutip bunyi Pasal 63 Ayat (1) poin e PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Tidak ketinggalan, peringatan hari ulang tahun partai politik pun boleh dilakukan asal maksimal peserta acara yakni 100 orang. Paslon yang ingin menggelar acara-acara tersebut wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Berkoordinasi dengan perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan atau Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat,” demikian petikan dalam aturan tersebut.

Langkah KPU yang mengizinkan konser digelar saat kampanye pilkada pun menuai kritik dari banyak pihak. Misalnya Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyarankan agar izin menggelar konser di tengah pandemi corona ditiadakan. Komisi II DPR juga meminta agar aturan itu dicoret dari PKPU No. 10 tahun 2020.

Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse mengingatkan kasus penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Dengan demikian, kasus berpotensi meningkat terus jika konser boleh digelar karena bakal mengundang banyak massa.

“Walaupun pentas seni dalam PKPU diberi ruang sebagai kegiatan lain dari metode kampanye, dalam penerapannya dapat diatur lebih lanjut bahkan ditangguhkan demi menjaga keselamatan jiwa,” kata Zulfikar, Rabu 16 September 2020.

Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Agustyati mengatakan bahwa izin menggelar konser musik saat kampanye Pilkada Serentak 2020 yang diberikan KPU tidak berlandaskan aturan undang-undang.

Nisa menjelaskan, tiga undang-undang yang mengatur pilkada, yaitu UU Nomor 1 tahun 2015, yang direvisi menjadi UU nomor 10 tahun 2016, lalu direvisi kembali jadi UU nomor 6 tahun 2020 tidak spesifik menyebut konser musik sebagai salah satu bentuk kampanye.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here