Ilustrasi virus corona

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kekhawatiran publik terhadap penularan corona jenis B117 ternyata belum begitu terasa di Aceh.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, memastikan corona varian baru itu belum terdeteksi di Aceh. Namun, ia mengingatikan agar masyarakat tetap waspada.

“Virus corona B117 belum terdeteksi di Aceh, masyarakat tidak perlu panik, tapi perlu waspada,” kata Saifullah, Senin 8 Maret 2021.

Seperti diketahui, corona varian B117 ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 2020, yang merupakan hasil mutasi Covid-19. Di Indonesia, corona ini sudah menjangkit beberapa orang, namun pemerintah meminta masyarakat tetap tenang.

“Hasil mutasi virus SAR-CoV-2 lebih cepat menular, namun belum ada bukti ilmiah B117 lebih mematikan daripada virus corona yang kita kenal selama ini,” ujar Saifullah.

Dia mengatakan bahwa pemerintah telah berupaya mencegah penyebaran virus corona B117 dengan memperketat pengawasan kedatangan warga asing ke wilayah Indonesia, meningkatkan surveilans di bandara-bandara internasional, serta mengintensifkan pemeriksaan dan pelacakan kasus.

“Pemerintah telah mengantisipasi sesuai standar penanganan penyakit menular, dan masyarakat tidak perlu panik namun harus lebih waspada saja,” kata dia.

Selain itu, Saifullah juga mengemukakan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap penularan varian baru virus corona di wilayah Aceh. Lalu, protokol kesehatan juga tetap wajib untuk diterapkan secara ketat.

“Pengalaman sebelumnya, kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020, dan 25 hari kemudian sudah ada kasus pertama di Aceh. Artinya, tidak tertutup kemungkinan B117 itu akan tiba juga di Aceh,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here