Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

MATA INDONESIA, JAKARTA –¬†Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut, 90 persen pasien Covid-19 meninggal dunia karena mengalami koagulasi atau pembekuan darah.

“Data-data di rumah sakit center menunjukkan bahwa pasien Covid-19 hampir 80 hingga 90 persen mengalami gangguan koagulasi. Dan ini sebagai salah salah risiko yang menyebabkan kematian selain karena kerusakan parunya,” kata Ketua Umum PDPI Agus Dwi Susanto.

Ia berkata, Covid-19 menyerang organ penting pada tubuh manusia. Penularan bermula saat manusia terpapar virus Sars-Cov2 melalui droplet. Virus tersebut kemudian masuk ke dalam tubuh dan menempel pada reseptor ACE2.

“Nah, ACE2 ini banyak di epitel napas, paru, bahkan di pembuluh darah, jantung dan reseptor otak, ginjal, saluran pencernaan juga ada,” ujarnya.

Agus menjelaskan, virus mematikan ini menyerang saluran napas bawah dan paru manusia, bahkan bisa organ tubuh lainnya yang vital.

Ketika Covid-19 menempel pada saluran napas bawah dan paru, maka terjadi inflamasi atau radang kronik. Kemudian, pada paru-paru terjadi pneumonia, hingga oksigen tidak bisa masuk.

Setelah oksigen tidak bisa masuk ke dalam paru, pembuluh darah mengalami kerusakan. Kerusakan pembuluh darah bisa berujung pembekuan darah atau koagulasi.

“Kerusakan pada darah sendiri akan menyebabkan terjadinya namanya koagulasi gangguan pembuluh darah,” kata Agus.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here