MATA INDONESIA, JAKARTA – Legenda Persija, Bambang Pamungkas sangat lekat dengan nomor punggung 20 selama kariernya. Ternyata, 20 bukan nomor punggung pemain yang akrab disapa Bepe di awal kariernya bersama Macan Kemayoran.

Bepe menghabiskan 20 tahun berkarier di dunia sepak bola. Dikenal sebagai legenda Persija, pemain jebolan diklat Salatiga itu pernah memperkuat beberapa klub, termasuk main di luar Indonesia.

Bepe pernah memperkuat Selangor FC, Pelita Bandung Raya, dan klub asal Belanda, NHC Norad. Tapi, sebagian besar kariernya dihabiskan bersama klub asal Ibu Kota. Ternyata, di awal kariernya Bepe memakai nomor punggung 24.

“Jersey Persija pertama saya, merek Reebok musim 1999, dikasih bang Mansyur suruh pakai lawan PSBL Bandar Lampung, nomor punggungnya 24,” kata Bepe, dikutip dari laman resmi Persija, Jumat 10 Juli 2020.

Nomor punggung 20 sudah sangat melekat dengan Bepe. Bahkan, ketika memutuskan pindah ke Selangor di musim 2005-06, tak ada pemain lain yang menggunakan nomor tersebut. Saat pindah ke Pelita Bandung Raya juga nomor punggung 20 tak dipakai pemain lain. Pada akhirnya, Bepe kembaili ke Persija dan kembali memakai nomor punggung 20.

Selain itu, ada juga kisah menarik terkait pemilihan nomor punggung 20 di timnas Indonesia. Sejatinya, Bepe menyukai nomor punggung 10, karena sesuai dengan tanggal lahirnya pada 10 Juni. Tapi, dia tak bisa memilih nomor tersebut karena sudah dipakai pemain senior, Kurniawan Dwi Yulianto.

“Ketika saya main bermain di timnas pra-Olimpiade saya pakai nomor 10, karena saya striker utama. Selain itu nomor favorit saya. Di Jawa Tengah, di diklat (Salatiga) juga memakai nomor 10,” kata Bepe.

Pada awalnya, Bepe memakai nomor punggung 18 di timnas Indonesia, kemudian kesempatan memakai nomor 20 datang saat terjadi pergeseran posisi kiper utama timnas dan mulai saat itu nomor 20 identik dengan Bepe.

Menurut Bepe, pemilihan nomor punggung 20 sebagai bentuk motivasi untuk menjadi pemain sepak bola dua kali lebih baik dari idolanya, Kurniawan, yang memakai nomor punggung 10.

“Kalau berani memakai nomor 20. Maka harus lebih baik dari nomor 10. Nomor 10 itu siapa, Kurniawan. Maka patokan saya adalah Kurniawan. Karena itu bagian dari bagaimana kita men-challenge diri sendiri untuk bisa lebih baik, lebih baik,” tegas Bepe.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here