Kereta api di Indonesia
Kereta api di Indonesia

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi darat yang menjadi primadona untuk bepergian jauh. Transportasi yang satu ini terbilang bebas hambatan dan memiliki daya tampung yang besar dibandingkan transportasi darat yang lain.

Kereta api yang kita kenal hari ini merupakan hasil dari proses panjang perkembangan teknologi perkeretaapian. Transportasi yang satu ini sudah mulai digunakan oleh masyarakat di beberapa peradaban kuno seperti Mesir, Babilonia, dan Yunani.

Teknologi kereta api diyakini telah hadir sejak masa peradaban kuno. Di Yunani, terdapat sebuah jejak tua jalan beraspal sepanjang 8,5 kilometer. Para ahli sejarah menduga bahwa jalan tersebut merupakan jalur kendaraan beroda yang ditarik oleh manusia dan hewan pada 600 tahun sebelum Masehi.

Dalam sejarahnya, khususnya di Indonesia, perkembangan kereta api sangatlah cepat, berikut penjelasannya:

  1. Tahun 1867, Lokomotif uap pertama digunakan di Indonesia

Pada tahun 1769, seorang insinyur asal Skotlandia bernama James Watt membuat sebuah inovasi mesin uap. Teknologinya ini kemudian diterapkan untuk mesin penggerak lokomotif uap.

Penggerak berasal dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, batu bara, atau minyak. Inilah awal mula penyebutan istilah kereta api. Di Indonesia, lokomotif uap telah digunakan sejak tahun 1867. Kereta api saat itu mulai beroperasi di daerah Semarang. Lokomotif yang umum digunakan merupakan buatan Jerman.

  1. Tahun 1925, kereta listrik pertama di Tanah Air beroperasi

Teknologi kereta api listrik masuk di Indonesia pertama kalinya pada tahun 1925. Kereta api tersebut menggunakan lokomotif listrik seperti ESS 3201 dan beroperasi pertama kali di kawasan Jabodetabek.

Elektrifikasi jaringan rel keretanya sendiri telah dibangun pada tahun 1923 oleh perusahaan Electrische Staats Spoorwegen (ESS) yang merupakan bagian perusahaan kereta api Batavia khusus mengelola sarana, prasarana, dan operasional kereta listrik.

Awal mulanya, kereta listrik pertama memiliki julukan “si Bon-Bon” atau “Djokotop”. Sepanjang tahun 1926 hingga tahun 1970-an, si Bon-Bon melayani relasi Tanjung Priok – Jatinegara (dulunya bernama Meester Cornelis) dan berlanjut melayani relasi Depok – Bogor (dulunya bernama Buitenzorg).

  1. Tahun 1953, dieselisasi meramaikan industri kereta api Indonesia

Di tahun 1953, perkembangan teknologi kereta api di Tanah Air makin berkembang. Terjadi dieselisasi pada masa ini, dimana lokomotif uap beralih menjadi lokomotif diesel.

Peralihan tersebut ditandai dengan datangnya lokomotif CC200 ke Indonesia dari Amerika Serikat. Lokomotif produksi General Electric tahun 1953 ini menjadi kereta diesel elektrik dengan kabin ganda pertama di Tanah Air. Kereta ini juga berjasa mengangkut rombongan peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang terlaksana di Kota Bandung.

  1. Sistem pemesanan tikel Kereta api secara digital

Memasuki usia ke 150 tahun, perkeretaapian di Indonesia semakin dewasa dalam berbenah. Beragam fasilitas mutakhir dan inovatif memberikan semangat baru dan menyamanan bagi para konsulen Kereta api.

Misalnya, untuk reservasi tiket kereta bisa dilakukan secara online atau melalui transaksi elektronik. Industri digital memang memberikan kemudahan dalam segala hal pelayanan. Selain itu, kecanggihan teknologi menawarkan beraagam fitur menarik dan membuat semuanya jauh lebih praktis.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here