che guevara
che guevara

MATA INDONESIA, JAKARTA-Berbicara mengenai tokoh revolusi, mungkin nama Ernesto Che Guevara adalah adalah salah satu yang paling atas.

Dunia mengenalnya sebagai sosok pahlawan di balik revolusi Kuba. Pria kelahiran 14 Juni 1928 di Rosario, Argentina, memiliki kehidupan bak superhero yang dipenuhi kisah dramatis, inspiratif dan tragedi.

Berikut ini adalah beberapa fakta kehidupannya yang jarang diketahui orang

  1. Bukan warga asli Kuba

Che Guevara merupakan sosok yang paling dikaitkan dengan Revolusi Kuba, ia sebenarnya bukan penduduk asli Kuba. Guevara lahir dari keluarga bangsawan di Argentina. Baru setelah ia memulai perjalanan dengan sepeda motor melalui Amerika Latin, ia menjadi tertarik dengan politik Kuba.

Dari darah kakek buyutnya yang bernama Patrick Lyinch, Guevara juga memiliki darah keturunan Irlandia. Patrick berimigrasi ke Argentina pada tahun 1700-an.

  1. Dia sangat mencintai puisi dan Pendongkrak Minat Baca

Karena asma-nya, Che dididik di rumah, dan di sanalah dia pertama kali diperkenalkan pada puisi yang akan dia cintai selama sisa hidupnya.

Pada kematiannya, ia membawa sebuah buku puisi hijau lapuk yang ia salin dengan tulisan tangan, menampilkan karya penyair Chili Pablo Neruda, penyair Peru Cesar Vallejo, dan penyair Kuba Nicolás Guillén. Dia juga penggemar Walt Whitman, John Keats, dan banyak lagi.

Che Guevara punya kepedulian yang tinggi pada literasi. Semasa revolusi, pencinta puisi ini juga memastikan para pemberontak yang dipimpinnya meluangkan waktu untuk mengajar baca tulis kepada para petani yang buta huruf. Che menyebut upaya ini, “Perang Melawan Ketidakpedulian”.

Saat menjadi pejabat pemerintah Kuba pasca revolusi, pada April 1961 Che lalu memerintahkan mobilisasi 100 ribu relawan literasi untuk membangun sekolah dan melatih para calon guru serta mengajar baca tulis kepada para petani. Tingkat baca tulis di Kuba pun melonjak pesat. Sebelum 1959, tingkat baca tulis di negeri itu sekitar 60 persen, dan meningkat jadi 96 persen pada akhir 1961.

  1. Asal nama panggilan “Che”

Pendek, tajam, dan mudah diingat, Che merupakan kata seru Argentina yang sering digunakan Guevara, sehingga rekan-rekannya di Kuba pun memanggilnya dengan panggilan Che. Che adalah kata pengisi, seperti dude, mate atau pal dalam bahasa Inggris.

  1. Guevara merupakan lulusan kedoteran

Dipengaruhi oleh perjuangannya dengan penyakit asma, Che mendaftar di Universitas Buenos Aires untuk belajar kedokteran pada tahun 1948. Setelah lulus sebagai dokter pada tahun 1953, ia melakukan magang di Rumah Sakit Umum Mexico City, di mana ia melakukan penelitian alergi.

Tetapi ia tak menyelesaikannya dan pergi pada tahun 1955 untuk bergabung Revolusi Kuba Fidel dan Raul Castro sebagai dokter mereka.

  1. Pernah menjadi kepala Bank Nasional Kuba dan Wajah Tercetak di Uang Kertas

Setelah revolusi Castro, Guevara diberi posisi penting terkait dengan keuangan dan ekonomi, dan diangkat sebagai Presiden Bank Nasional pada tahun 1959. Itu memberinya jumlah kekuatan yang tak tertandingi untuk mengarahkan ekonomi negara, yang ia gunakan untuk mencoba mengurangi ketergantungan Kuba pada ekspor gula dan perdagangan dengan Amerika Serikat khususnya.

Setelah Revolusi Kuba sukses, Che diserahi tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan dan pimpinan Bank Nasional Kuba. Ya, sang dokter ini menjadi bankir. Kiprahnya yang penting di dua jabatan itu meninggalkan kesan mendalam bagi negara Kuba. Wajahnya lalu tercetak dalam lembaran uang 3 peso di Kuba.

  1. Tewas saat revolusi di Bolivia, mayatnya baru ditemukan pada tahun 1997

Che ditangkap oleh pasukan Bolivia yang dibantu oleh CIA pada tahun 1967 ketika mencoba untuk memicu revolusi di Bolivia, dan dieksekusi pada hari berikutnya atas perintah presiden negara itu.

Mereka memotong tangan revolusioner post-mortem itu untuk membuktikan identitasnya sebelum menjatuhkan tubuhnya di kuburan massal dengan pejuang gerilya lainnya.

Tidak sampai 28 tahun kemudian Jenderal Bolivia Mario Vargas mengatakan kepada penulis biografi Jon Lee Anderson bahwa tubuh Che dimakamkan di dekat lapangan terbang di Vallegrande, mendorong pencarian besar-besaran.

Mayatnya ditemukan pada Juli 1997 yang menurut para ahli cocok dengan deskripsi Che, sebagian karena hilangnya tangan dan tembakau pipa yang ditemukan di saku jaket. Che dikuburkan kembali di Santa Clara, Kuba, di dasar sebuah patung raksasa yang menggambarkan rupanya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here