Rudi Hartono
Rudi Hartono

MINEWS.ID, JAKARTA – Atlet legendaris bulutangkis Indonesia, Rudi Hartono, genap berusia 70 tahun pada 18 Agustus 2019 ini. Sejak lima tahun terakhir ini, juara dunia All England 8 kali berturut-turut itu sering ditimpa kabar tak sedap soal meninggal dunia.

Terakhir, tahun 2018 lalu, beredar hoax yang disebarkan via whatssapp bahwa Rudy meninggal dunia. Pada tahun 2016, Rudy memang pernah pingsan usai berolahraga di pusat kebugaran di Mal Pondok Indah. Dia terjatuh dan memar hingga dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Salah satu media memberitakan Rudy meninggal dunia. “Itu kan berita bulan Maret 2016, masih saja dicantumkan lagi. Aku sehat, perlindungan Yang Maha Kuasa luar biasa,” kata Rudy kepada sebuah media online ketika dikonfirmasi pada 2018.

Saat ini Rudy masih aktif berlatih bulutangkis dan golf. Rudy malah mendapatkan kehormatan meluncurkan raket terbaru Yonex Nano Ray 68 Lt dan Arcsaber 69 Lt pada Agustus 2018.

Pemain bulutangkis yang punya nama lengkap Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang pada 18 Agustus 1949. Ia adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Ayahnya yaitu Zulkarnaen Kurniawan. Dua kakak Rudy, Freddy Harsono dan Diana Veronica juga pemain olahraga bulutangkis.

Keluarga besar ini tinggal di Jalan Kaliasin 49, sekarang Jalan Basuki Rachmat, kawasan bisnis di Surabaya. Tempat tinggal ini juga menjadi tempat usaha jahit-menjahit. Bisnis mereka yang lain termasuk pemrosesan susu dekat Wanokromo.

Seperti anak-anak lainnya, Rudy kecil juga tertarik mengikuti berbagai macam olahraga di sekolah, khususnya atletik. Saat masih SD, ia suka berenang. SMP, ia suka bermain bola voli dan SMA, ia menjadi pemain sepakbola yang baik. Meski demikian, bulutangkis menjadi minatnya yang paling besar.

Saat usia 9 tahun, Rudy sudah menunjukkan bakatnya pada olahraga ini. Namun ayahnya, Zulkarnaen Kurniawan, baru menyadari bakatnya ini saat Rudy berusia 11 tahun. Ayahnya adalah pemain bulutangkis yang ikut bertanding di masa mudanya.

Setelah ayahnya menyadari bakat anaknya, maka Rudy kecil mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulu Tangkis Oke dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya.

Setelah beberapa lama bergabung dengan grup ayahnya, akhirnya Rudy memutuskan untuk pindah ke grup bulu tangkis yang lebih besar yaitu Grup Rajawali. Pada awal dia bergabung dengan grup ini, Rudy merasa sudah menemukan grup terbaik untuk mengembangkan bakat bulu tangkisnya. Akan tetapi setelah berdiskusi dengan ayahnya, Rudy mengakui bahwa jika dia ingin kariernya di bulu tangkis meningkat maka dia harus pindah ke tempat latihan yang lebih baik.  Rudy kemudian memutuskan untuk pindah pada Pusat Pelatihan Thomas Cup pada akhir tahun 1965.

Tak lama setelah itu, penampilan Rudy semakin membaik. Bahkan dia turut ambil bagian dalam memenangkan Thomas Cup untuk Indonesia pada tahun 1967. Pada umur 18 tahun, untuk pertama kalinya Rudy memenangkan titel Juara All England dengan mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan hasil akhir 15-12 dan 15-9. Setelah itu dia terus memenangkan titel ini sampai dengan tahun 1974. Selamat Ulang Tahun Rudy Hartono….