Bank Dunia
Bank Dunia diharapkan mampu tangkal resesi. (dok.)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bank Dunia bersama lembaga multilateral lainnya seperti IMF maupun ADB akan menghadapi pekerjaan berat menghadapi ekonomi dunia yang dibayangi resesi akibat wabah virus corona atau Covid19. Lembaga itu memang dibentuk untuk menciptakan ekonomi global yang seimbang dengan membantu negara-negara miskin.

Soal waktu terbentuknya lembaga mulitelateral tersebut memang banyak versi. Ada yang menyebut 27 Desember 1945 setelah ratifikasi internasional atas perjanjian yang dicapai pada konferensi di Kota Bretton Woods Hew Hampshire Amerika Serikat sejak 1 April 1944.

Namun, ada yang berpegang pada 1 April awal berlangsungnya konferensi itu yang sekarang dikenal dengan Hari Bank Dunia.

Konferensi itu menghasilkan Sistem Bretton Woods yang diadopsi menjadi sistem perekonomian dunia.

Konferensi itu merupakan produk kerjasama antara Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki beberapa fitur kunci yang melahirkan tiga institusi keuangan dunia yaitu Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia.

Ada dua tujuan dari konferensi Bretton Woods yang menciptakan sistem perekonomian dunia yaitu pertama, mendorong pengurangan tarif dan hambatan lain dalam perdagangan internasional.

Hal kedua adalah menciptakan kerangka ekonomi global untuk meminimalisir konflik ekonomi yang terjadi di antara negara-negara, yang salah satu bagiannya adalah mencegah terjadinya Perang Dunia II. Caranya dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara miskin dengan berbagai skema ekonomi pembangunan.

Sistem Bretton Woods bubar pada tahun 1976 setelah beberapa negara di Eropa mengalami kehancuran ekonomi sehingga tidak lagi bisa menjadi partner perdagangan Amerika Serikat. Selain itu, resesi ekonomi dunia yang berlangsung besar-besaran pada periode waktu itu  mendorong negara-negara di dunia untuk mengedepankan kepentingan nasionalnya masing-masing.

Sejak itu Bank Dunia menjadi sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal.

Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Menurut Articles of Agreement Bank Dunia, sebagaimana telah diubah, efektif sejak 16 Februari 1989 seluruh keputusannya harus diarahkan oleh sebuah komitmen untuk mempromosikan investasi luar negeri, perdagangan internasional, dan memfasilitasi investasi modal.

Tahun ini Bank Dunia kembali mendapat tantangan karena seperti diprediksi The Economist Intellegence Unit (EIU) sebagian besar negara dunia akan mengalami pertumbuhan negatif akibat wabah virus corona atau Covid19. Khusus di kelompok G 20 hanya tiga negara yang masih tumbuh positif setidaknya pada semester pertama tahun ini yaitu Cina, India dan negara kita Indonesia.

Sejak 1963, lembaga itu telah mengeluarkan 36,5 trilyun dolar AS untuk pinjaman dan hibah kepada negara-negara miskin.

Tahun ini, organisasi keuangan dunia itu harus bisa membuat perekonomian dunia pulih seperti sebelum wabah mendera. Selamat Hari Bank Dunia 1 April.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here