MATA INDONESIA, JAKARTA – Yogurt menjadi camilan sehat yang sedang banyak digandrungri saat ini. Dengan rasa asam segar dan memiliki kandungan bakteri baik membuat makanan ini sangat sehat dikonsumsi setiap hari.

Di beberapa negara, yogurt dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya Jugurt (Turki), Zabady (Mesir, Sudan), Dahee (India), Cieddu (Italia), dan Filmjolk (Skandinavia).

Tapi, sebenarnya yogurt berasal dari mana ya?

Camilan sehat satu ini pertama kali ditemukan oleh para penggembala Turki sekitar 5.000 SM. Pengembala tersebut terbiasa menyimpan cairan di dalam kantong yang terbuat dari lambung domba.

Salah satu cairan tersebut merupakan susu. Ketika melakukan perjalanan, kantung berisikan susu itu ditaruh di punggung unta.

“Perjalanan di bawah cuaca panas, dan terguncang-guncang membuat susu itu menjadi kental dan memiliki rasa asam,” kata Indonesia Country Head Sales & Marketing PT AustAsia Food Syahbantha Sembiring.

Mengapa bisa menjadi kental? Ternyata bakteri yang berasal dari kantung tersebut tercampur susu. Dengan suhu yang panas dan proses pengadukan dari goyangan unta berjalan menjadi kondisi ideal untuk pembentukan yogurt masa itu.

Kemudian, cara itu pun dikembangkan menjadi salah satu bentuk pengawetan susu. Bahkan, di tahun 2000 SM, India dan Persia sudah menggunakan yogurt untuk memasak, obat sakit perut, dan masker yang bermanfaat menunda pengeriputan. Sampai sekarang pun manfaat ini masih bisa dirasakan.

Baru sejak awal abad ke-19, manfaat yogurt bisa dibuktikan secara ilmiah oleh Ilya Metchnikoff, seorang ilmuwan Rusia yang bekerja di Institut Pasteur, Paris. Metchnikoff mendapatkan, bangsa Bulgaria yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi yogurt (susu fermentasi) tetap sehat dalam usia lanjut.

Sejak saat itu berbagai kajian mengenai manfaat susu fermentasi terus diteliti. Metchnikoff akhirnya diberi penghargaan Nobel dan sejak saat itu produk susu fermentasi terus dikembangkan.

Susu fermentasi diketahui mengandung bakteri asam laktat yang mampu meningkatkan kerja enzim galaktosidase. Hal itu memudahkan pencernaan laktosa dalam usus, meningkatkan kualitas nutrisi, menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah kanker dan mengatasi diare.

“Kata yogurt sendiri berasal dari Turki yang menyebut ‘yogurtmak’ yang artinya adonan, ini sepertinya karena melihat tekstur yang seperti adonan,” kata Syahbantha.

Syahbantha menambahkan, pada tahun 1072 Bangsa Turki baru mulai menjadikan yogurt sebagai obat diare dan makser untuk menjaga kulit setelah terpapar sinar matahari.

Sedangkan yogurt masuk Eropa justru bermula karena Raja Francis I mengalami sakit diare hebat tahun 1542. Sebagai rekan dekat, Sultan Suleiman dari Kerajaan Ottoman mengirimkan tabib ke Prancis untuk menyembuhkan, dan obat yang diberikan merupakan yogurt.

Berkat peristiwa tersebut, keberadaan yogurt akhirnya menyebar ke daratan Eropa. Jadi, meski terdengar berasal dari Eropa, yogurt justru ditemukan secara tidak sengaja oleh para penggembala Turki.

Reporter: Indah Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here