jokowi dan prabowo bertemu
Prabowo Subianto dan Jokowi. (Istimewa)

MINEWS, JAKARTA – Perjuangan Prabowo Subianto menduduki takhta kepresidenan RI dipastikan sudah berakhir. Petahana Joko Widodo sudah ditetapkan sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

Tapi, sayangnya publik kecewa dengan sikap Prabowo yang sama sekali tak mengucapkan selamat atas tepilihnya kembali Jokowi sebagai Presiden RI. Malahan, Prabowo sempat mengungkapkan kekecewaannya dan akan mencari jalur hukum lain.

Sikap Prabowo itu jika dibandingkan tokoh-tokoh besar lainnya sungguh tak bijaksana. Tokoh-tokoh besar dunia saat kalah dalam pilpres, mereka segera berpidato mengucapkan selamat atas lawannya yang terpilih.

Setidaknya, ada 5 tokoh yang Prabowo harus belajar dari mereka, bagaimana bersikap bijak saat kalah dalam pilpres. Berikut 5 tokoh tersebut:

1. Hillary Clinton

Ia digadang-gadang akan jadi presiden perempuan pertama AS. Lembaga survei besar menyebut Hillary akan menang telak dari rivalnya, Donald Trump. Tapi, hasil pilpres berkata lain, Hillary kalah, Trump naik takhta.

Ia mengaku kecewa dengan hasil pilpres tersebut. Namun, kekecewaannya itu tak menyurutkan jiwanya sebagai negarawan, ia mengucapkan selamat kepada Donald Trump melalui sambungan telepon.

2. Petro Poroshenko

Petro Porochenko dan Volodymyr Zelensky

Tak ada yang menyangka, Petro Poroshenko sebagai petahana tumbang dari seorang pelawak bernama Volodymyr Zelensky dalam Pilpres Ukraina. Bahkan, ia kalah telak, dari lawannya yang tak memiliki banyak pengalaman politik tersebut.

Segera setelah mengetahui kekalahannya, Poroshenko mengakui kemenangan Zelensky. Ia mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut, dan mengatakan bahwa dirinya tak akan berhenti dari dunia politik.

3. Rahul Gandhi

Rahul Gandhi menjadi lawan kuat Narendra Modi dalam pemilihan umum Perdana Menteri India. Sayangnya ia menjadi runner-up, Modi berhasil menduduki kursi Perdana Menteri India.

Dalam pidatonya yang mengesankan, Gandhi berkata bahwa dirinya menerima keputusan rakyat dan mengucapkan selamat kepada PM Modi. “Rakyat sudah memutuskan,” kata Gandhi setelah pemilu.

4. Jusuf Kalla

Jusuf Kalla (JK) adalah Wakil Presiden RI pada periode pertama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2004-2009. Lalu, JK memutuskan untuk maju dalam Pilpres 2009, tentunya melawan SBY sebagai petahana, dan Megawati Soekarnoputri sebagai mantan Presiden RI juga.

Hasil Pilpres 2009 pun akhirnya ditentukan. SBY meraih kemenangan telak lebih 60 persen suara nasional, sedang JK berada di posisi ketiga, di bawah suara Megawati. Segera setelah kemenangan SBY itu, JK menelepon SBY dan mengucapkan selamat terpilih kembali, tentu saja tanpa ada ungkapan kekecewaan.