Ilustrasi chat via WhatsApp (istimewa)

MATA INDONESIA – Sejak merebaknya virus corona (Covid-19) kegiatan olahraga yang melibatkan banyak orang mulai dibatasi, salah satunya adalah olahraga Futsal. Kegiatan di lapangan yang semakin berkurang membuat salah satu pelatih Futsal asal Tangerang bernama Nawawi, memilih rehat untuk sementara.

Pria yang sudah menjadi pelatih Futsal selama enam tahun dan memiliki anak didik lebih dari 100 orang itu, memilih untuk rehat dan tidak mengadakan latihan atau tanding Futsal sampai situasi kembali memungkinkan. ”Waktu diberlakukannya PSBB pertama kita sempat rehat beberapa bulan, gak lama pemerintah mengumumkan New Normal kita lanjut lagi latihan dengan menerapkan beberapa protokol kesehatan. Tapi sejak di umumkannya PSBB yang ke dua ini kita rehat lagi dari Futsal, sampai nanti di perbolehkan kembali,” ujar Nawawi kepada Mata Indonesia, Selasa 15 September 2020.

Nawawi mulai menggeluti profesi sebagai pelatih Futsal setelah ia mengalami insiden cedera yang cukup serius pada kakinya. Insiden itu membuatnya tak bisa melanjutkan mimpinya untuk jadi pemain sepakbola, Ia memutuskan untuk terjun menjadi pelatih Futsal. Selama menjadi pelatih Futsal, rupanya Nawawi sudah berhasil memboyong anak-anak didiknya menjadi juara dengan mengikuti berbagai perlombaan Turnamen Futsal. Baik Turnamen Futsal biasa, sampai Turnamen Futsal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Di masa pandemik seperti ini kegiatan bertatap muka secara langsung dengan anak-anak didiknya di lapangan menjadi jarang. Nawawi menyiasati cara agar tetap bisa terhubung dengan anak-anak didiknya. ”Karena tidak bisa bertemu langsung, saya jadinya lebih sering mengedukasi anak didik saya melalui Whatsapp grup. Agar mereka tetap bisa menjaga kesehatan juga tetap olahraga dan latihan dari rumah,” kata Nawawi.

Saat belum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kedua, Nawawi sebagai pelatih Futsal mengungkapkan adanya kesulitan dalam melatih anak-anak didiknya di masa pandemik. Mulai dari fasilitas lapangan yang tidak bisa digunakan, kemudian mendapatkan lapangan dengan peraturan protokol yang ketat, sampai harus mengajukan surat izin ke pengelola lapangan. Tapi itu tidak lantas menyurutkan semangatnya dan semangat anak-anak didiknya untuk terus berlatih Futsal.

Sebagai pelatih Futsal, Nawawi mengungkapkan kekhawatiran yang lebih terhadap anak-anak didiknya tatkala melihat mereka berlatih di masa pandemik. ”Saya jelas lebih merasa khawatir dengan mereka. Karena ketika anak-anak di lapangan itu menjadi tanggung jawab pelatih, baik menyangkut fisik atau bukan selama mereka di lapangan tetap tanggung jawab saya,” ujar Nawawi.

Reporter: Miskatul Nisa Kamilah

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here