Soekarno saat pidato di Kongres AS 1956. (youtube)
Soekarno saat sebut Pancasila dalam bahasa Inggris di Kongres AS 1956. (youtube)

MINEWS, JAKARTA – Siapa bilang Soekarno alias Bung Karno hanya membacakan naskah proklamasi pada peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, 17 Agustus 1945, atau tepat 74 tahun lalu?

Sebelum membaca teks proklamasi, didampingi Mohamad Hatta atau Bung Hatta, Bung Karno lebih dulu mengawalinya dengan sebuah pidato yang hebat.

Berikut, isi pidato lengkap Bung Karno pada 17 Agustus 2019.

Saudara-saudara sekalian !
Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menjaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sedjarah kita.

Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun !

Gelombangnja aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kita itu ada naiknja dan ada turunnja, tetapi djiwa kita tetap menudju ke arah tjita-tjita.
Djuga didalam djaman Djepang, usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti.

Didalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnja, tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri.
Sekarang tibalah saatnja kita benar-benar mengambil nasib-bangsa dan nasib-tanah-air didalam tangan kita sendiri. Hanja bangsa jang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnja.

Maka kami, tadi malam telah mengadakan 
musjawarat dengan pemuka-pemuka rakjat Indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusjawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnja untuk menjatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara ! Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu. 
Dengarkanlah proklamasi kami:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan 
Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 Agustus 1945.
Atas Nama Bangsa Indonesia,
SOEKARNO – HATTA.

Demikianlah saudara-saudara !
Kita sekarang telah merdeka !
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah-air kita dan bangsa kita !
Mulai saat ini kita menjusun Negara kita ! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia, – merdeka kekal dan abadi. 

Insja Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.