Meledaknya Bom Nagasaki Gegara Pesawat Telat Datang 30 Menit
Ilustrasi pengeboman kota Nagasaki (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Peristiwa pengeboman kota Nagasaki, Jepang pada 9 Agustus 1945, membuat kota tersebut rata dengan tanah dalam tempo 43 detik.

Namun siapa yang mengira kalau peristiwa bom Nagasaki ternyata imbas dari kesalahan dari salah satu pesawat jenis B-28 Superfortress bernama Bockscar dari AS yang mebawa bom ‘Fat Man‘ tersebut.

Mulanya pesawat yang dikendalikan oleh pilot Mayor Charles W. ini menyasar kota Kokura. Maklum Kokura adalah kota yang dimana terdapat gudang persenjataan terbesar Jepang, penuh dengan kendaraan militer dan persenjataan angkatan darat serta angkatan laut.

Namun, masalah teknis terjadi. Pesawat pengangkut bom “Fat Man” pun datang telat 30 menit dari jadwal awal. Keterlambatan tersebut malah menguntungkan Kokura dan jadi petaka bagi Nagasaki. Sebagai gambaran, kedua kota ini berbeda jarak 209,6 km tersebut.

Meletusnya Bom Nagasaki Gegara Pesawat Telat Datang 30 Menit
Bom Fat Man yang menghancurkan kota Nagasaki (wikipedia)

Melencengnya jadwal pengeboman tersebut membuat kondisi langit di sekeliling kota Kokura berubah menjadi gelap sehingga menghalangi pandangan para pilot. Awan gelap tersebut merupakan imbas dari bekas serangan pengeboman oleh 224 B-29 di Yahata sehari sebelumnya.

Penyebab lain dari awan gelap tersebut juga datang dari Pabrik Baja Yawata yang sengaja membakar tar batu bara agar menghasilkan asap hitam.

Setelah berputar-putar di langit Kokuro dan mulai kehilangan banyak bahan bakar, tim pun akhirnya memilih target baru yang sebelumnya dicoret dari daftar yaitu Nagasaki.

Nagasaki sendiri merupakan kota yang memiliki banyak aktivitas industri, termasuk produksi artileri, kapal, dan perlengkapan militer lainnya. Disana juga terdapat salah satu pelabuhan terbesar di Jepang Selatan.

Pukul 10:53 tentara Jepang sempat melihat dua pesawat B-29 Superfortress terbang di langit Nagasaki, namun mereka mengira bahwa pesawat tersebut hanya memelakukan pengintaian. Maka dari itu mereka tidak menyalakan sirine peringatan ledakan.

Keputusan itu malah berakibat fatal. Pasalnya tepat pada pukul 11.02 “Fat Man” diluncurkan. Ledakan itu menciptakan ‘bola api’ yang suhunya mencapai 3.900 derajat celcius. Efek ledakan maha dahsyat yang diinginkan AS pun menjadi kenyataan. Bangunan di wilayah tersebut yang rata-rata terbuat dari kayu pun rata dengan tanah, dan diperkirakan 22.000-75.000 orang menjadi korban.

Selain menimbulkan banyak kerusakan secara fisik, peristiwa bom yang selisih 3 hari dengan Bom Hiroshima ini mendatangkan efek radiasi termal yang merusak tatanan alam dan menyakitkan bagi penduduk setempat. Makanya, gara-gara kesalahan ini seringkali bom yang jatuh di Nagasaki, dianggap sebagai kejahatan perang.

Meski “Fat Man” memiliki daya ledak yang lebih besar, namun efek ledakannya dibatasi oleh perbukitan di Lembah Urukami.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here