MATA INDONESIA, JAKARTA – Hubungan Prabowo Subianto dan almarhum BJ Habibie pernah memanas, tapi pada akhirnya hubungan keduanya kembali harmonis.

Siapa yang tidak mengenal Prabowo dan Habibie? Prabowo adalah Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2019-2024, sementara Habibie Presiden ketiga Indonesia dan juga pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi era Presiden Soeharto. Namun, siapa sangka hubungan kedua tokoh ini sempat memanas pada tahun 1998.

Kisah ini bermula saat Habibie menerima laporan mengenai pergerakan pasukan Kostrad dari daerah menuju Jakarta tanpa sepengetahuan Panglima ABRI (TNI) Jendral Wiranto pada 22 Mei 1998. Habibie memercayai laporan tersebut lalu berkonsultasi dengan para pejabat tinggi TNI.

Akhirnya Habibie mengambil keputusan mengganti Pangkostrad dari Prabowo, yang saat itu berpangkat Letnan Jendral, kepada Mayor Jendral Johny Lumintang. Saat itu Habibie meminta pergantian dan serah terima jabatan dilakukan hari itu juga.

Prabowo mengetahui berita pencopotan tersebut saat bersama Fanny Habibie, adik kandung Habibie, di kantor Otorita Batam, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta. Mendengar kabar tersebut, Prabowo langsung mendatangi Istana Presiden bersama 12 pengawal dengan masih memakai seragam lengkap beserta senjatanya.

Melihat hal tersebut, Letjen Sintong Hamonangan Panjaitan yang menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan, memberi perintah kepada Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) untuk meminta secara baik-baik senjata yang dibawa Prabowo kala itu. Prabowo pun menuruti permintaan Paspampres, ia tidak keberatan dan mencopot kopelrim, senjata dan pisau rimba khas kostrad dari tubuhnya.

Menurut buku ‘Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi’, yang diterbitkan pada 2006, Habibie mengaku sempat merasa risau saat menerima Prabowo pada hari itu.

Mereka bertemu empat mata di ruang kerja Habibie dengan pembicaraan berbahasa Inggris. Prabowo protes atas pencopotannya dan beranggapan hal tersebut sebagai penghinaan bagi keluarga dan keluarga Soeharto. Namun, Habibie menerangkan bahwa Prabowo tidak dipecat sebagai tentara, tetapi hanya menggeser jabatannya.

Pembicaraan semakin panas terkait jabatan Pangkostrad dan keberadaan pasukan kostrad dari luar jakarta. Prabowo meminta tenggang waktu tiga bulan untuk tetap menjabat sebagai Pangkostrad. Namun, hal tersebut ditolak dengan tegas oleh Habibie.

Tak lama kemudian, Sintong masuk ke dalam ruangan tersebut untuk memberitahu Habibie bahwa tamu berikutnya telah datang. Ia meminta Prabowo untuk meninggalkan ruangan Habibie. Sebelum pergi Habibie sempat memeluk Prabowo sambil meminta menyampaikan salam kepada Soemirto dan Soeharto yang tak lain ayah dan mertua Prabowo.

Kebekuan hubungan Habibie dan Prabowo mencair setelah 15 tahun tak bertemu. Keduanya bertemu di sebuah kafe di kawasan Kakerbeck, Altmarkkreis Salzwedel, Jerman, pada 2013.

Reporter: Fatahilah Aji Putera

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here