Park Geun Hye. (Foto: Financial Times)

MATAINDONESIA, JAKARTA – Park Geun-hye, wanita yang lahir di Samdeok-dong, Jung-gu, Daegu, Korea Selatan, 2 Februari 1952 ini merupakan satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai presiden di Korea Selatan.

Park Geun-hye yang memiliki darah bangsawan, diangkat menjadi presiden perempuan pertama di Negeri Ginseng tahun 2013. Ia adalah putri dari Park Chung-hee, Presiden Korea Selatan yang menjabat medio 1963-1979.

Sebelum menjadi seorang presiden, Park merupakan ketua dari Partai Konservatif Nasional (GNP). Park juga merupakan anggota Majelis Nasional Korea, dan telah melayani empat masa parlemen berturu-turut sebagai wakil konstituen tahun 1998-2012.

Tak berjalan sampai selesai masa jabatannya sebagai presiden, tahun keempat, Park yang dikenal sebagai seorang perintis, berubah menjadi sosok yang penuh kontroversial. Pandangan publik padanya berbalik dalam sekejap. Hal itu terjadi karena skandal korupsinya terbongkar.

Pada 9 Desember 2016, Park dimakzulkan oleh Majelis Nasional. Ia digantikan oleh Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn sebagai pelaksana tugas presiden. Pada 10 Maret 2017, Park secara resmi dimakzulkan oleh Mahkamah Konstitusi dan ia menanggalkan jabatannya sebagai Presiden Korea Selatan.

Citranya kini sangat kontras dengan awal masa jabatannya pada 2012. Ketika itu, meski bersaing ketat dalam pemilihan presiden, Park berhasil mengalahkan Moon Jae-in, dan menjadi pemimpin perempuan pertama di negara itu. Ini merupakan pencapaian penting, mengingat Korea Selatan memiliki tingkat ketidaksetaraan gender tertinggi di antara negara maju.

Apa Yang Menyebabkan Kejatuhan Park Geun-hye?

Park dipecat karena Yoon Chang-jung, seorang juru bicara Blue House yang diduga Polisi Washington melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan muda yang dipekerjakan sebagai pegawai magang di Kedutaan Besar Korea Selatan di Washington selama kunjungan pertama Presiden Park ke Amerika Serikat. Park banyak dikritik karena memilih orang yang salah untuk posisi senior pemerintah.

Selain itu, santer dibicarakan juga hubungan pertemanan mewarnai jatuhnya presiden perempuan pertama Korea Selatan ini. Park memiliki kawan sejak kecil, Choi Soon-sil, yang menjadi orang kepercayaan Park.

Hubungan pertemanan ini menjadi sorotan publik. Choi dituding mempunyai pengaruh yang terlalu besar dalam urusan negara. Choi dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi, dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Tak lama kemudian, Park ditangkap dan sejak saat itu berada dalam tahanan. Park tercatat sebagai presiden perempuan pertama Korea Selatan sekaligus presiden pertama yang dipilih secara demokratis yang kemudian dimakzulkan. Tetapi ia bukan satu-satunya mantan presiden yang ditangkap dalam kasus korupsi.

Reporter: Mega Suharti Rahayu

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here