Josephine dan Napoleon Bonaparte
Josephine dan Napoleon Bonaparte

MATA INDONESIA, JAKARTA– Tak hanya shakespeare yang bisa membuat tragedi cerita Romeo dan Juliet, kisah cinta Napoleon dan Josephine pun berakhir tragis.

Saking cintanya dengan Josephine, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 Mei 1821, Napoleon Bonaparte sempat menyebut beberapa kata terakhir. Di hadapan Pastor Ange Vignali saat melakukan sakramen pertobatan, Napoleon menyebut “Prancis, Tentara, Panglima, Josephine”.

Nama Josephine mengakhiri hembusan nafas terakhir Napoleon. Semasa hidup Napoleon, Josephine menjadi istri yang paling dicintainya. Napoleon sangat luar biasa memuja Josephine. Meski dipisah jarak dan waktu, hanya Josephine yang ada dalam benak Napoleon.

Kisah cinta keduanya diawali saat keduanya bertemu di sebuah pesta yang diselenggarakan oleh Paul Barras seorang mentor dan Gubernur de facto Prancis kala itu.

Josephine, kisah cintanya dengan Napoleon
Josephine

Saat itu, status Josephine merupakan kekasih dari Paul Barras, seorang bangsawan Prancis. Sebelumnya, Josephine juga sudah menikah dengan seorang pria aristokrat bernama Alexander de Beauharnais. Hubungan Josephine bersama Paul Barras pun kandas tak lama setelah pesta selesai.

Josephine memang banyak dikenal tokoh-tokoh hebat di Prancis. Meski statusnya saat itu sudah janda dan mempunyai dua anak. Ternyata Josephine merupakan putri dari bangsawan yang doyan berjudi. Ia mempunyai nama asli Marie Josephe Rose Tascher de La Pagerie.

Nama “Josephine” adalah sebutan dari Napoleon. Keluarga Josephine bahkan memanggilnya dengan nama Marie atau Rose. Karena Napoleon tidak menyukai nama itu, sehingga mengganti dengan panggilan Josephine.

Pertemuan pertama Josephine dengan Napoleon terjadi di pesta itu. Napoleon pada waktu itu belum menjadi seorang kaisar besar. Ia masih menyandang status sebagai seorang perwira. Ia membutuhkan wanita lebih tua dan modern agar dirinya lebih diakui oleh masyarakat Prancis. Maka, ia semakin yakin untuk mendekati Josephine.

Berawal dari momen keduanya yang sangat pas, Josephine yang saat itu berusia 32 tahun dan umur Napoleon 26 tahun memutuskan untuk menjalin hubungan lebih serius. Pada bulan Januari 1796, Napoleon melamar Josephine.

Semenjak hubungannya dengan Josephine terjalin, karier Napoleon juga mulai beranjak naik. Napoleon diangkat menjadi seorang kaisar besar Prancis. Napoleon bahkan mempunyai kekuasaan luar biasa di Prancis.

Tahun 1976 menjadi masa-masa meniti karier bagi Napoleon. Karier militernya naik daun dan banyak menorehkan kemenangan mulai dari menguasai Austria sampai Prusia.

Ambisi Napoleon dalam memperluas wilayah kekuasaannya membuat ia tak selalu ada disamping Josephine. Selama 11 tahun bertahta, setiap bulannya nyaris tak ada satu pun bulan tanpa peperangan.

Meski sibuk dan jauh, di tengah peperangan bahkan saat memimpin pasukan Prancis di Italia, ia selalu menulis surat cinta untuk istrinya yang resmi ia nikahi pada 9 Maret di tahun 1796. Namun kisah cinta ini bertepuk sebelah tangan, Josephine tidak banyak membalas surat-suratnya.

Hingga dikabarkan Josephine berselingkuh dengan seorang perwira lain saat Napoleon ditugaskan di Mesir. Mengetahui hal itu, Napoleon kemudian mengancam untuk mengambil langkah perceraian.

Dikutip dari Historia, pernikahan antara Napoleon dan Josephine tidak memiliki seorang anak dikarenakan sebuah teror yang dialami Josephine. Ia mandul akibat cidera akibat jatuh dari balkon pada tahun 1799.

Mengikuti jejak sang istri, Napoleon juga diduga melakukan perselingkuhan dengan wanita asal Polandia. Hingga keduanya memutuskan untuk bercerai pada 10 Januari 1810 setelah dinobatkan sebagai Kaisar dan Permaisuri Prancis pada tahun 1804 di katedral Notre-Dame.

Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa cinta Napoleon tetap masih ada untuk Josephine bahkan hingga akhir hanyatnya. Keduanya pun masih berhubungan baik.

Dikutip dari The Many Live and Secret Sorrows of Josephine, penulis menemukan fakta menarik bahwa bagi Napoleon, mantan istrinya itu adalah wanita sederhana yang berhati besar.

Josephine memiliki pemikiran yang cerdas meski bukan seorang yang berpendidikan tinggi. Selain itu, Josephine juga ibu yang baik untuk anak-anaknya, bisa menjadi teman berbincang yang dekat, paham menjadi nyonya rumah yang baik, dan mengerti bagaimana menjadi seorang ratu.

Reporter : Irania Zulia

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here