Kim Young Sam. (Foto: IST)

MATAINDONESIA, JAKARTA – Kim Young-sam, pria yang lahir 20 Desember 1927 merupakan warga sipil pertama dalam sejarah Korea Selatan yang menjabat sebagai presiden. Kim Young-sam merupakan presiden ke-7 Korea Selatan yang menjabat untuk periode 1993 hingga 1998.

Young-sam lahir dari keluarga pengusaha perikanan yang kaya di Geojo, Gyeongsang Selatan. Ia menempuh pendidikan di Universitas Nasional Seoul dan lulus tahun 1952 dengan gelar Bachelor of Arts dalam bidang filsafat. Setelah lulus, Young-sam bertugas di angkatan bersenjata Korea Selatan selama Perang Korea.

Tahun 1954 Young-sam terpilih menjadi anggota Majelis Nasional Korea Selatan yang mewakili Geojo dan Busan. Young-sam menjadi orang termuda dalam parlemen ini. Namun, Young-sam memilih mengundurkan diri dari kursi anggota Majelis Nasional Korea Selatan, ketika Syngman Rhee bersama Kim Dae-jung bermaksud mengubah konstitusi Korea Selatan dan menjadikan kritikus terkemuka terhadap pemerintahan militer Park Chung-hee dan Chun Doo-hwan.

Selama pemerintahan Presiden Chun Doo-hwan, sikap menindas pemerintah terhadap oposisi terus berjalan. Ia merebut kekuasaan dengan kudeta militer pada 12 Desember 1979. Hal ini membuat Kim Young-sam dijatuhi status tahanan rumah selama hampir 3 tahun.

Tahun 1983, Young-sam melakukan aksi mogor makan selama 23 hari yang membuatnya hampir tewas. Namun karena tindakan nekatnya, berhasil membuatnya terbebas dari status tahanan rumah. Young-sam dikenal memiliki kepribadian yang tenang dan moderat.

Dalam pemilihan umum presiden tahun 1992 yang dilakukan secara demokrasi langsung, Young-sam menang dan mengalahkan Kim Dae-jung. Young-sam akhirnya menggantikan Roh Tae-woo sebagai pemimpin Korea Selatan.

Kim Young-Sam menjadi presiden hingga masa jabatannya habis tahun 1997 yang kemudian digantikan oleh Kim Dae-Jung, oposisi pertamanya. Kini setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Kim Young-Sam berniat untuk menyumbangkan seluruh harta kekayaannya untuk rakyat. Kim Young-sam wafat pada 22 November 2015.

 

 Reporter: Mega Suharti Rahayu

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here